Menu

Viral Klaim Penemuan Candi Raksasa di Cimahi, Benarkah Lebih Besar dari Borobudur?

Devi 30 Jul 2026, 11:52
Viral Klaim Penemuan Candi Raksasa di Cimahi, Benarkah Lebih Besar dari Borobudur?
Viral Klaim Penemuan Candi Raksasa di Cimahi, Benarkah Lebih Besar dari Borobudur?

RIAU24.COM - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya unggahan yang mengklaim adanya penemuan sebuah situs yang diduga candi di wilayah Cimahi, Jawa Barat. Unggahan tersebut bahkan menyebut bangunan yang masih dalam proses penelitian itu berpotensi memiliki ukuran lebih besar dibandingkan Candi Borobudur.

Informasi tersebut ramai setelah diunggah akun Instagram @wearehistorian pada Rabu (29/7/2026). Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang menyusuri kawasan berhutan dan memperlihatkan bagian struktur batu yang disebut sebagai dugaan situs candi yang masih tertimbun tanah.

Keterangan dalam unggahan itu menyebutkan bahwa proses penelitian masih berlangsung sehingga ukuran, usia, maupun fungsi bangunan belum dapat dipastikan.

"Para peneliti menegaskan bahwa proses ekskavasi dan kajian ilmiah masih terus berlangsung untuk memastikan ukuran, usia, serta fungsi bangunan tersebut," demikian isi keterangan unggahan.

Hingga Rabu (29/7/2026), unggahan tersebut telah dibagikan oleh berbagai akun media sosial dan memperoleh puluhan ribu tanda suka di Instagram.

Klaim Belum Terverifikasi

Meski ramai diperbincangkan, klaim mengenai penemuan candi di Cimahi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Unggahan yang beredar tidak menyertakan informasi rinci mengenai lokasi penemuan, identitas tim peneliti, maupun hasil kajian arkeologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Karena itu, publik diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang beredar hingga ada penjelasan resmi dari instansi berwenang maupun hasil penelitian para arkeolog.

Apabila nantinya penelitian membuktikan keberadaan situs tersebut sebagai bangunan cagar budaya, temuan itu berpotensi menjadi salah satu penemuan arkeologi penting di Indonesia.

Kompleks Candi Muaro Jambi Masih Menjadi yang Terluas

Terlepas dari viralnya klaim tersebut, Indonesia telah memiliki sejumlah kompleks percandian bersejarah yang diakui dunia.

Salah satunya adalah Kompleks Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kompleks percandian bercorak Hindu-Buddha ini dikenal sebagai kawasan percandian terluas di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, dengan luas sekitar 3.981 hektare.

Kompleks yang diperkirakan dibangun antara abad ke-7 hingga ke-12 itu pernah menjadi pusat pembelajaran agama Hindu-Buddha pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno. Muaro Jambi juga telah masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO sejak 2009.

Borobudur, Candi Buddha Terbesar di Dunia

Indonesia juga memiliki Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai candi Buddha terbesar di dunia.

Borobudur dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 dan diperkirakan selesai pada masa pemerintahan Raja Samaratungga. Bangunan ini memiliki panjang sekitar 121 meter, lebar 121 meter, dan tinggi sekitar 35 meter.

Sejak 1991, Borobudur telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai sejarah, budaya, dan arsitekturnya yang luar biasa.

Prambanan Jadi Kompleks Candi Hindu Terbesar di Indonesia

Selain Borobudur, Indonesia juga memiliki Candi Prambanan yang merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Tanah Air.

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kompleks seluas sekitar 39,8 hektare ini didedikasikan untuk pemujaan Trimurti, yakni Dewa Siwa, Brahma, dan Wisnu.

Prambanan diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke-9 dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991 bersama Candi Borobudur.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait yang mengonfirmasi kebenaran klaim penemuan candi di Cimahi maupun menyatakan bahwa situs tersebut memiliki ukuran lebih besar dibandingkan Borobudur. Oleh karena itu, hasil penelitian arkeologi masih menjadi dasar utama untuk memastikan status dan nilai sejarah temuan tersebut. ***