Dari Hutan Sakral Menjadi Destinasi Wisata: Kisah Bangkitnya Imbo Putui Menggerakkan Ekonomi Desa
RIAU24.COM - Di antara rimbunnya pepohonan dan aliran sungai yang masih jernih, Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, Riau, menyimpan cerita tentang bagaimana alam dan masyarakat dapat tumbuh bersama. Kawasan yang dahulu hanya dikenal sebagai hutan adat yang dijaga turun-temurun, kini perlahan menjelma menjadi destinasi wisata berbasis konservasi yang membawa harapan baru bagi warga sekitar.
Perubahan itu tidak datang dalam semalam.
Hutan Adat Imbo Putui melewati perjalanan panjang hingga mampu menarik perhatian wisatawan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Desa Wisata menjadi salah satu penggerak utama transformasi kawasan tersebut.
Bagi masyarakat Petapahan, hutan bukan sekadar hamparan pepohonan. Kawasan ini merupakan bagian dari identitas dan warisan adat yang harus dijaga.
Imbo Putui tercatat sebagai hutan adat pertama di Provinsi Riau yang memperoleh pengakuan resmi dari negara melalui Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2019. Setahun kemudian, kawasan ini ditetapkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo sebagai hutan adat.
Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting bagi masyarakat. Hutan yang selama ini dijaga dengan nilai-nilai adat mulai dikembangkan sebagai ruang wisata yang tetap mempertahankan prinsip kelestarian lingkungan.