Menu

Dari Hutan Sakral Menjadi Destinasi Wisata: Kisah Bangkitnya Imbo Putui Menggerakkan Ekonomi Desa

Devi 5 Mar 2026, 10:56
 Imbo Putui
Imbo Putui

Keindahan alam menjadi modal utama Imbo Putui. Sungai yang membelah kawasan hutan, jalur trekking di antara pepohonan, serta area berkemah menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Namun, potensi besar itu sebelumnya belum sepenuhnya tergarap. Keterbatasan fasilitas dasar dan pengelolaan wisata menjadi tantangan yang harus dihadapi masyarakat. Sarana mandi, cuci, kakus (MCK), area camping, hingga kemampuan pengelola dalam mengembangkan destinasi masih membutuhkan peningkatan.

Melihat potensi tersebut, PHR melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) hadir mendukung pengembangan kawasan. Tidak hanya membangun fasilitas fisik, program ini juga berfokus pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola wisata secara mandiri.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Imbo Putui mendapatkan pendampingan mulai dari pelatihan pengelolaan desa wisata, promosi digital, hingga penguatan tata kelola kawasan. Perlahan, masyarakat mulai memiliki bekal untuk menjadikan wisata alam tersebut lebih profesional tanpa meninggalkan nilai adat.

Kini, perubahan mulai terlihat. Fasilitas MCK yang sebelumnya hanya tersedia dua unit bertambah menjadi enam unit. Area camping diperluas, musala diperbaiki, papan informasi diperbarui, dan tempat sampah ditambah demi menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus melindungi kawasan hutan.

Ketua Pokdarwis Imbo Putui, Said Afrizal, yang akrab disapa Eja, merasakan langsung perubahan tersebut. Menurutnya, pembangunan fasilitas harus berjalan seiring dengan perubahan cara masyarakat mengelola kawasan wisata.

Halaman: 123Lihat Semua