Menu

Dari Hutan Sakral Menjadi Destinasi Wisata: Kisah Bangkitnya Imbo Putui Menggerakkan Ekonomi Desa

Devi 5 Mar 2026, 10:56
 Imbo Putui
Imbo Putui

"Kami bersama masyarakat terus menjaga kebersihan kawasan, mengatur area perkemahan, dan memastikan pengunjung mengikuti aturan adat yang berlaku. Pesan kami kepada pengunjung adalah menjaga fasilitas yang sudah tersedia, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon, dan tetap menghormati aturan adat," ujar Eja.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Dalam periode libur panjang terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Imbo Putui diperkirakan mencapai hampir 400 orang. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, komunitas, hingga mahasiswa yang memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat rekreasi sekaligus pembelajaran tentang alam.

Meningkatnya jumlah kunjungan turut membawa dampak ekonomi bagi warga. Jika sebelumnya pendapatan masyarakat dari aktivitas wisata hanya sekitar Rp300 ribu per minggu, angka tersebut kini dapat mencapai sekitar Rp3 juta per minggu saat musim liburan.

Bagi masyarakat Petapahan, angka tersebut bukan sekadar peningkatan pendapatan. Ia menjadi bukti bahwa menjaga hutan dapat berjalan beriringan dengan membuka peluang ekonomi baru.

Manager Corporate Social Responsibility (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pengembangan Imbo Putui merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dan budaya lokal.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan kekayaan alam dan budaya tetap lestari serta mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa. Harapannya, Imbo Putui dapat menjadi contoh desa wisata berkelanjutan di Riau," katanya.

Halaman: 234Lihat Semua