Menu

Pembahasan Gus Yahya Biar Jadi Ketum Lagi

Azhar 24 Aug 2026, 21:55
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Sumber: CNBC
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Sumber: CNBC

RIAU24.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bicara tentang identitas NU yang semakin cair dibawah kepemimpinannya. 

Langkah selanjutnya tinggal menentukan arah organisasi di masa depan, dikutip dari rmol.id, Senin 24 Agustus 2026.

Tambahnya, pembahasan mengenai masa depan NU perlu diawali dengan memperjelas definisi NU.

"Kalau zaman generasi awal dulu mungkin lebih mudah, walaupun tidak dirumuskan secara eksplisit, orang dengan mudah menandai NU itu apa," ujarnya. 

Menurutnya, terdapat dua fenomena yang membuat batas-batas ke-NU-an semakin cair. 

Pertama, batas sosial dan kultural antara warga NU dan bukan NU semakin hilang.

"Gus Dur tahun 80-an memperkenalkan wacana tentang pesantren sebagai subkultur dan sekarang sudah enggak ada karena batas sosial, batas kultural sudah hilang semua, sudah lebur," ujarnya.

Kedua, semakin banyak masyarakat yang secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai warga NU. 

Dia mencontohkan, survei LSI Denny JA mencatat sekitar 27 persen populasi Muslim mengaku NU pada 2005.

Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 56 persen pada 2023 dan 57,2 persen berdasarkan survei Hasanudin Ali dari Survei Al-Farah pada 2024.