Rais Syuriah Daerah Ini Pilih Mundur Buntut Muktamar ke-35 NU Dinodai Politik Uang
RIAU24.COM - Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, dr. KH. Burhanudin Umar, mendadak menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.
Hal ini dilakukannya dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dikutip dari rmol.id, Kamis 27 Agustus 2026.
"Saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Rais Syuriah PWNU Gorontalo," ujarnya dalam surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.
Dia mundur buntut dinamika menjelang Muktamar NU yang diwarnai kepentingan politik, pragmatisme, hingga praktik-praktik yang mengarah pada politik uang.
"Keadaan ini menimbulkan kegelisahan mendalam dalam diri saya sebagai bagian dari jam’iyah yang sejak awal dibangun di atas nilai keulamaan, keikhlasan, amanah, dan khidmah," ujarnya.
Tambahnya, kekuatan NU tidak semata-mata terletak pada besarnya organisasi, banyaknya jamaah, maupun kedekatan dengan kekuasaan.