Di Tengah Car Free Day Tualang, Tim Mabes TNI dan Seskoad Ajak Warga Cegah Karhutla
RIAU24.COM - SIAK — Suasana Car Free Day di Taman Motuyoko, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Minggu (30/8/2026), tak hanya dipenuhi warga yang berolahraga dan menikmati akhir pekan.
Di tengah keramaian tersebut, pesan penting tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) turut disampaikan. Tim Mabes TNI bersama Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad turun langsung menemui masyarakat untuk mengedukasi pentingnya mencegah kebakaran sejak dini.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu menjadi momentum untuk menyampaikan pesan pencegahan Karhutla secara langsung kepada masyarakat, sekaligus mengajak warga menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Laksamana Pertama Priyambodo, S.H. dari Tim Mabes TNI, Bupati Siak Dr. Afni Z, M.Si., Kolonel AU Anthon, Dandim 0322/Siak Letkol Czi Andy K, S.Hub.Int., serta personel Tim Mabes TNI dan 14 Pasis Seskoad.
Turut hadir Danramil 04/Perawang Kapten Inf Edi Ayub Harahap, Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., Camat Tualang Mursal, S.Sos., para penghulu dan lurah se-Kecamatan Tualang, serta personel TNI, Polri dan BPBD Kecamatan Tualang.
Pesan Pencegahan Disampaikan Langsung kepada Warga
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Mabes TNI menjelaskan berbagai potensi penyebab Karhutla serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Warga diingatkan bahwa kebakaran tidak hanya mengancam hutan dan lahan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat dan merusak lingkungan.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah larangan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga didorong untuk tidak menunggu api muncul. Kepedulian dan kewaspadaan sejak dini dinilai menjadi langkah paling penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan dapat menjadi mata dan telinga di lingkungan masing-masing dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran atau indikasi munculnya titik api.
Car Free Day Jadi Ruang Edukasi
Pemilihan lokasi sosialisasi di tengah kegiatan Car Free Day memberikan warna tersendiri. Edukasi Karhutla disampaikan dalam suasana santai ketika masyarakat sedang berolahraga dan berkumpul bersama keluarga.
Cara tersebut membuat pesan pencegahan lebih mudah menjangkau masyarakat secara langsung, tidak terbatas pada kegiatan formal.
Bagi pemerintah dan aparat, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan potensi Karhutla. Sebab, upaya pemadaman membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar, sementara pencegahan dapat dimulai dari kesadaran setiap warga.
Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD dan masyarakat pun terus diperkuat. Seluruh unsur didorong untuk memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.
Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran aparat dan pemerintah di tengah aktivitas warga sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas di lapangan.
Mencegah Karhutla dimulai dari hal sederhana: tidak membakar lahan, tidak membuang sumber api sembarangan, dan berani melapor ketika melihat potensi kebakaran.
Dengan kesadaran bersama, Siak diharapkan tetap aman dari ancaman Karhutla dan masyarakat dapat beraktivitas dengan udara yang lebih sehat serta lingkungan yang tetap lestari.(Lin)