Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Dinkes Siak Gerak Bagikan Masker Gratis
Ia menambahkan, perlindungan terhadap paparan asap penting dilakukan karena kondisi tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi tenggorokan, batuk, sesak napas, kekambuhan asma hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain itu, penggunaan masker juga dapat membantu mengurangi paparan terhadap partikel dan sejumlah zat berbahaya yang terkandung dalam asap kebakaran.
Handry kembali mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.
“Karena kondisi ISPU di seluruh kecamatan dalam kategori tidak sehat, saya berpesan agar bisa mengurangi kegiatan di luar rumah. Kalau pun mau keluar rumah, harap menggunakan masker dan juga perbanyak minum air putih,” pintanya.
Dalam pelaksanaan pembagian masker tersebut, Dinkes P2KB tidak bekerja sendiri. Petugas kesehatan di masing-masing puskesmas turut dilibatkan untuk mendistribusikan masker kepada masyarakat.
Selain tenaga kesehatan, kegiatan tersebut juga melibatkan pihak kepolisian serta organisasi Pramuka Saka Bakti Husada di masing-masing kecamatan.