Tingkatkan Daya Saing UMKM, PHR Dorong Penguatan Mutu Produk dan Akses Pasar
RIAU24.COM - Bagi Yusnidar (53), mengembangkan usaha bukan sekadar tentang menghasilkan produk, tetapi juga tentang bagaimana produk tersebut mampu memenuhi standar, dikenal lebih luas, dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan. Di tengah peluang pasar yang terbuka, perjalanan mengembangkan usaha masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemahaman mengenai keamanan pangan hingga pemenuhan legalitas dan perluasan akses pasar.
Ketua Kelompok UMKM PKK Buluh Kasap ini Bersama 5 orang anggota kelompoknya mengembangkan produk olahan berbasis sagu, termasuk mie sagu yang mempertahankan cita rasa khas Selat Panjang.
“Keinginan kami tentu produk ini bisa dikenal lebih luas dan masuk ke pasar yang lebih besar. Namun, kami masih menghadapi keterbatasan pengetahuan mengenai food safety, legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), SPP-IRT, hingga sertifikasi halal,” ujar Yusnidar.
Tantangan serupa dirasakan Syamairawati (45), Ketua Kelompok UMKM Jacoline Berseri. Berbagai produk olahan telah dikembangkan oleh kelompoknya, namun pemasaran masih banyak mengandalkan cara konvensional, seperti menitipkan produk di rumah oleh-oleh, pedagang bakso, maupun penjual mie ayam. “Kami percaya produk yang kami hasilkan memiliki kualitas dan mampu bersaing.
Tantangannya adalah bagaimana memperkenalkan produk tersebut kepada pasar yang lebih luas. Kami masih membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengoptimalkan pemasaran melalui media digital,” kata Syamairawati.
Melihat potensi sekaligus tantangan tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui program Community Involvement and Development (CID) hadir mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM melalui penguatan mutu produk, keamanan pangan, serta perluasan akses pasar.