Dua Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Pertanyakan Kopdes dan MBG, Rocky Bicara Oligarki
“Prabowo inilah sebenarnya tokoh perubahan besar,” kata Syahganda.
Ia menilai pergeseran tersebut terlihat dalam pelaksanaan MBG melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Syahganda, program itu memiliki tiga tujuan, yakni menurunkan kemiskinan, menciptakan pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan jumlah pemasok bahan lokal, serta memperbaiki pemenuhan gizi.
“BGN itu, misalkan, ketika filosofinya kita lihat tadi shifting paradigm, dia mengandung tiga hal sekaligus. Pertama, dia menurunkan kemiskinan. Yang kedua, dia menciptakan pertumbuhan di desa-desa dengan meningkatkan jumlah pemasok bahan-bahan lokal. Yang ketiga, gizi dan stunting,” ujarnya.
Syahganda merujuk pada data Asian Development Bank (ADB) tahun 2018 yang menurutnya mencatat sekitar 20 juta jiwa berkaitan dengan persoalan stunting. Angka dan rujukan tersebut disampaikan oleh Syahganda dalam diskusi dan memerlukan pemeriksaan sumber apabila hendak digunakan sebagai data faktual dalam pemberitaan.
Ia juga membela Kopdes sebagai upaya memperkuat koperasi dalam struktur perekonomian nasional. Menurut Syahganda, koperasi merupakan sokoguru perekonomian yang sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945.
“Presiden ini masuk kepada konstitusi,” katanya, merujuk pada gagasan ekonomi yang berlandaskan asas kekeluargaan.