Bayi 65 Hari di Banjarbaru Kena ISPA saat Karhutla, Rakyat Kecewa Sikap Pemerintah Tangani Bencana
RIAU24.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu aktivitas warga. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang bayi berusia 65 hari didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ketika asap terus menyelimuti lingkungan tempat tinggal keluarganya.
Kisah tersebut disampaikan Nurliana dan Taufik dalam diskusi Catatan Demokrasi bertajuk Api Karhutla Terus Menyala, Asap Meluas ke Mana-Mana. Pengalaman keluarga ini memperlihatkan dampak karhutla yang sering kali tidak terlihat dari data luas lahan terbakar maupun jumlah titik api.
Dalam wawancara terpisah dengan dalam tayangan TvOne pada 15 Oktober 2026, Nurliana menceritakan bahwa anaknya mulai menunjukkan gejala sakit pada awal Oktober. Ia mengatakan, pada 5 Oktober, keluarganya membawa bayi tersebut ke dokter spesialis anak. Saat wawancara dilakukan, anaknya masih menjalani pengobatan.
Nurliana menggambarkan betapa sulitnya melindungi bayi dari asap yang terus datang. Keluarganya bahkan menambah alat penyaring udara di rumah, tetapi upaya itu tidak selalu efektif.
Ia mengatakan alat tersebut terkadang “kadang tidak mempan juga” ketika asap sedang pekat. Kondisi kesehatan suaminya pun ikut terganggu. Menurut penuturannya, batuk yang dialami sang suami semakin parah, bahkan terkadang disertai darah.
“Batuknya parah sampai kadang keluar darah,” kata Nurliana dalam wawancara tersebut.