Dua Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Pertanyakan Kopdes dan MBG, Rocky Bicara Oligarki
Dalam diskusi tersebut, Rocky mengatakan dirinya tidak mengklaim mewakili mahasiswa. Namun, ia menyampaikan bahwa identitasnya sebagai bagian dari komunitas akademik tidak berubah hanya karena ia diminta bergabung dengan lingkungan pemerintahan.
“Saya enggak mewakili suara mahasiswa. Saya ingin mahasiswa ngerti bahwa saya tidak akan mengkhianati mereka,” kata Rocky.
Ketika ditanya mengenai kritik dari pihak yang kecewa atas keputusannya masuk ke lingkungan pemerintahan, Rocky menjawab, “Yang kecewa yang dungu lah.”
Ia menjelaskan bahwa dirinya ditempatkan sebagai representasi filsuf dan akademisi, bukan mewakili organisasi sosial maupun kelompok purnawirawan.
“Nama saya Rocky Gerung mewakili filsuf dan akademisi. Software filsuf dan akademisi itu konstan, enggak akan berubah. Kalau kalimat software politisi bisa berubah-ubah,” ujarnya.
Rocky mengatakan nasihat yang hendak ia sampaikan kepada Presiden Prabowo berfokus pada aspek etis kebijakan, sementara persoalan teknis menjadi tanggung jawab kementerian dan aparat pengawasan internal.