Menu

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Pertanyakan Kopdes dan MBG, Rocky Bicara Oligarki

Zuratul • 21 Oct 2026, 15:23
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Sekretariat Presiden)

“Ini bukan jejak perubahan. Ini langkah perlawanan,” katanya.

Menurut Rocky, perubahan baru dapat dinilai setelah arah dan hasilnya terlihat. Ia menyebut langkah yang sedang dibicarakan sebagai radical break, yakni pembongkaran mendasar terhadap persoalan yang dinilainya menghambat perubahan.

“Radikal break itu bukan langkah signifikan. Signifikan itu lembek sekali istilahnya. Namanya radikal break, dari akarnya dibongkar,” ujarnya.

Rocky kemudian menjelaskan bahwa kritik radikal membutuhkan perspektif dari luar struktur yang hendak dikritik.

“The master's tool will never dismantle the master's house,” kata Rocky.

Ia menjelaskan bahwa perangkat yang digunakan penguasa belum tentu mampu membongkar struktur kekuasaan yang menjadi sumber persoalan. Karena itu, menurutnya, kritik harus memiliki keleluasaan untuk menilai fondasi kekuasaan secara lebih mendasar.

Halaman: 192021Lihat Semua