Dua Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Pertanyakan Kopdes dan MBG, Rocky Bicara Oligarki
“Tapi saya jelaskan itu terpisah, Pak. Mereka ini adalah orang-orang pejuang-pejuang yang murni,” ujarnya.
Ia menilai mahasiswa dan kalangan kampus dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan dalam demokrasi, terutama ketika partai-partai politik cenderung mendukung presiden yang sedang berkuasa.
“Jadi kita ngadepin check and balance siapa? Check and balance itu dari mahasiswa dan dari kalangan kampus,” kata Syahganda.
Ia mengungkapkan telah mengundang 250 BEM se-Indonesia dalam sebuah acara, kemudian menyeleksi 50 orang untuk datang ke kantornya. Menurutnya, ia membutuhkan masukan mahasiswa mengenai persoalan yang dianggap penting.
Syahganda juga menyebut gerakan mahasiswa sebagai bagian penting dari proses perubahan.
“Apapun yang kalian lakukan, selama itu bagian daripada gerakan mahasiswa, ingat, gerakan mahasiswa itu adalah gerakan avant-garde dalam perubahan,” ujarnya.