Riset Kyoto University di PTPN IV Regional III Berhasil Optimalisasi Produksi Biogas hingga 22 Persen
Dari dua jenis serat karbon yang diuji, material dengan daya hantar listrik lebih tinggi justru tidak menghasilkan kinerja terbaik. Luas permukaan yang dapat menjadi tempat tumbuh mikroorganisme ditemukan memiliki pengaruh penting terhadap peningkatan produksi biogas.
Berdasarkan proyeksi awal penelitian, apabila peningkatan produksi biogas tersebut berhasil direplikasi pada skala pabrik kelapa sawit berukuran menengah, tambahan energi yang dihasilkan berpotensi setara dengan sekitar 290 kilowatt (kW) listrik.
Energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik dan pada saat bersamaan mengurangi potensi pelepasan metana ke atmosfer.
POME diketahui memiliki kandungan bahan organik tinggi. Dalam proses penguraian tanpa oksigen, material organik tersebut menghasilkan biogas yang salah satu komponen utamanya adalah metana.
Apabila tidak ditangkap, metana dari proses penguraian tersebut dapat terlepas langsung ke atmosfer.
Karena itu, pengembangan teknologi peningkatan produksi sekaligus penangkapan biogas dinilai dapat memberikan manfaat ganda bagi industri sawit, yakni menyediakan sumber energi terbarukan sekaligus membantu menekan emisi gas rumah kaca.