Kolaborasi dan Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Karhutla Riau
Ia menjelaskan lahan gambut yang mengalami kekeringan menjadi sangat mudah terbakar. Api juga dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan tanah sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan.
Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Tata kelola air, pembasahan kembali kawasan gambut, pemulihan ekosistem, serta pengawasan terhadap aktivitas masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, akademisi UIR, Dr. Sri Wahyuni Kadir Abbas, menilai berulangnya karhutla di Riau menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih kuat berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.
Ia mengaku telah membawa persoalan karhutla Riau ke sejumlah forum internasional sebagai bentuk keprihatinan atas dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.
Menurut dia, salah satu hal yang perlu diperkuat adalah **sistem peringatan dini (early warning system)**. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sekaligus mempercepat respons ketika titik api mulai muncul.