Menu

Uni Eropa Berikan Sanksi Kepada Iran Terkait Pembunuhan di Belanda

Satria Utama 9 Jan 2019, 08:33
Stef Blok
Stef Blok

Dalam pernyataan yang diposting di media sosial, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menuduh Belanda dan negara-negara Eropa lainnya menyembunyikan anggota Mujahedeen-e-Khalq (MEK), yang pernah ditunjuk sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat.

"Menuduh Iran tidak akan membebaskan Eropa dari tanggung jawab karena menyembunyikan teroris," tulis Zarif.

Dua orang yang diduga dibunuh oleh pemerintah Iran adalah Mohammed Reza Kolahi Samadi, yang terbunuh di Almere pada 2015, dan Ahmad Mola Nissi, yang terbunuh di Den Haag pada 2017.

Samadi, yang hidup dengan nama Ali Motamed di Belanda, dijatuhi hukuman mati di Iran karena keterlibatannya dalam serangan bom 1981 yang menewaskan 70 orang, sebagian besar anggota partai yang berkuasa.

Tahun lalu, pemerintah Belanda mengatakan tidak tahu bahwa Samadi, yang diidentifikasi sebagai anggota MEK, telah menggunakan nama palsu ketika ia mengajukan permohonan suaka di Belanda setelah persidangannya di Iran.

Dua orang saat ini diadili karena keterlibatan mereka dalam pembunuhan Samadi 2015 tetapi, menurut pihak berwenang Belanda, para tersangka ini tidak tahu siapa sebenarnya orang yang mereka bunuh.***

Sambungan berita:  
Halaman: 123Lihat Semua