Menu

Tim Jokowi Sebut Rocky Gerung tak Perlu Diperiksa, Khawatir Citra Jokowi Merosot?

Satria Utama 31 Jan 2019, 10:01
Rocky Gerung  dan Budiman Sujatmiko
Rocky Gerung dan Budiman Sujatmiko

RIAU24.COM -  Pengamat sosial Rocky Gerung hari ini rencananya bakal diperiksa pihak kepolisian terkait pernyataanya soal 'kitab suci fiksi'. Namun, ancaman pidana yang mengancam Rocky dinilai anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Budiman Sudjatmiko tidak perlu diberlakukan.

Budiman menilai, Rocky tidak perlu diperiksa oleh kepolisian atas pernyataanya itu. "Tidak perlu [diperiksa]. Meski aku sering dirugikan oleh Rocky yang jika talk show denganku enggak pernah serius menyerangku, aku anggap bangsa ini harus bisa rileks dengan retorika sebuah pendapat selama ada argumentasinya,"  kicau Budiman Sudjatmiko, melalui akun Twitter, Rabu (30/1).

Budiman menambahkan mereka yang tidak setuju dengan pernyataan Rocky semestinya mematahkan pendapat Rocky soal 'kitab suci fiksi' itu dengan  dengan argumen.

"Tanpa pernah mendengar argumen lawan, kita tak kan pernah belajar yang baru. Berargumen lah agar lawanmu juga belajar. Begitulah peradaban dibangun," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Bagi Budiman, celoteh Rocky ini bisa merepresentasikan era baru yang serba inovatif dan mendobrak hal-hal konvensional. Hal semacam ini disebutnya tak perlu dipidana, terutama hanya karena kepanikan.

Secara terpisah, budayawan Goenawan Mohamad menyebut pernyataan 'kitab suci fiksi' bukan hal yang perlu diproses oleh kepolisian. Menurutnya, itu hanya opini "dangkal dan sok keren".

"Mengatakan bahwa 'kitab suci itu fiksi' bukan menyebar kebencian yang mendorong tindak kekerasan. Tak perlu ditangani Polisi. Itu opini, yang mungkin dangkal dan sok keren, tapi bukan laku kriminal," cetus dia.

Rocky selama ini dikenal keras dalam mengkritik Presiden Joko Widodo. Namun entah kenapa pembelaan justru datang dari kubu lawan Jokowi di Pilpres untuk Rocky. Bisa jadi ada kekhawatiran sikap represif terhadap Rocky justru menuai bumerang bagi popularitas Capres Jokowi-Ma'ruf seperti yang terjadi dengan kasus Ahmad Dhani. Seperti diketahui, pasca Ahmad Dhani dipenjara, simpati justru deras mengalir dan menggerus citra positif Jokowi. ***

 

R24/bara