Menu

Ajak Prabowo dan Kivlan Zen Sumpah Pocong, Pemikiran Wiranto Disebut Primitif

M. Iqbal 27 Feb 2019, 18:45
Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro
Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro

RIAU24.COM - Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro menegaskan bahwa jika Menko Polhukam, Wiranto ingin buka-bukaan soal kerusuhan 1998, Prabowo Subianto siap untuk melayaninya di pengadilan mana pun.

Kata Nizar, untuk kasus kerusuhan 98, masyarakat Indonesia sudah cerdas, tidak perlu mengajak sumpah pocong untuk membuktikan dalang dibalik tragedi yang menjatuhkan rezim Orde Baru tersebut.
zxc1

Nizar menilai, ajakan sumpah pocong dari Wiranto terhadap mantan Kepala Staf Kostrad  Kivlan Zein dan Prabowo merupakan pikiran primitif yang tidak perlu dilayani.

"Publik sudah cerdas, siapa yang benar dan siapa yang salah. Waktu itu posisi Wiranto adalah Panglima ABRI. Maka tidak masuk akal jika Wiranto tidak mengetahui operasi tersebut," kata dia yang dilansri dari bisnis.com, Rabu, 27 Februari 2019.

Tak hanya itu, kata dia lagi, sebagai panglima dan berdasarkan rantai komando, Wiranto adalah orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya tragedi 98.

Dikatakannya lagi, sumpah pocong yang dibilang Wiranto adalah inkonstitusional dan tidak ada dalam konstitusi. Sehingga solusinya lebih baik lewat pengadilan HAM dan Prabowo siap untuk itu.
zxc2

"Wiranto tidak perlu panik sampai-sampai harus mengajak sumpah pocong. Itu pemikiran primitif. Akan lebih bijak jika Wiranto membawa kasus ini ke ranah hokum saja," kata Nizar 

Jika Wiranto tetap ngotot untuk sumpah pocong, maka mantan Panglima ABRI era Soeharto itu bisa melakukannya sendiri, tidak perlu mengajak Prabowo dan Kivlan. "Untuk sumpah pocong, Pak Prabowo tidak akan melayaninya," tegasnya.