Menu

Terkait Ganti Istilah Kafir dengan Nonmuslim, Ini Pernyataan Mengejutkan Habib Taufiq

Siswandi 5 Mar 2019, 23:16
Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf
Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf

RIAU24.COM -  Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf, mengeluarkan pernyataan tegas, terkait penggantian istilah kafir dengan nonmuslim.

Pernyataannya cukup mengejutkan. Ia menegaskan, penggantian istilah itu sama sekali bukan keputusan kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu dilontarkannya dalam ceramahnya yang diunggah Sunsal Media di YouTube dan dipublikasikan pada 4 Maret 2019.

Penegaskan itu guna menyikapi hebohnya tanggapan dari berbagai kalangan di Tanah Air, terkait salah satu hasil dari Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019. Yakni pelarangan penggunaan istilah kafir pada sesama warga negara Indonesia. Dalam hal ini, istilah kafir diganti menjadi nonmuslim.

Menurut Habib Taufiq menyatakan, dirinya perlu meluruskan masalah ini agar tidak berlarut dan membingungkan umat.

"Panggilan kafir dan nonmuslim. Perhatikan. Itu bukan keputusannya ulama. Itu komentarnya dua orang saja, profesor-profesor ini. Jadi itu bukan keputusan ulama. Yang ada keterangannya begini loh, dilarang kita mengganggu orang, sekali pun orang kafir, dengan panggilan, "hei kafir". Paham ya. Kalau memang itu menjadi keberatannya dia," ujar Habib Taufiq, dilansir viva.

Halaman: 12Lihat Semua