Menu

Segera Dibuka di Inggris Museum Vagina Pertama di Dunia

Riko 23 Mar 2019, 17:37
Foto:  Internet
Foto: Internet

RIAU24.COM -  Seorang Science Communicator asal Inggris bernama Florence Schechter berencana untuk membuka sebuah museum tentang vagina di Inggris dalam waktu dekat.

Dilansir Insider, Florence menuturkan bahwa pembukaan Vagina Museum dilakukan untuk memberikan sarana belajar bagi para pengunjungnya untuk mengerti alat kelamin wanita tersebut.

''Prioritas nomor satu kami sesungguhnya adalah destigmatisasi anatomi ginekologis. Karena semua orang perlu belajar tentang vagina, tidak peduli kamu memilikinya atau tidak, karena kamu tahu, setengah dari populasi memilikinya,"ujar Florence saat diwawancara oleh Marco Werman.

Florence berpendapat bahwa sering kali orang-orang memandang vagina sebagai sesuatu yang negatif, padahal nyatanya vagina adalah sesuatu yang ilmiah. Ia ingin memberikan kesadaran pada orang-orang bahwa mereka tidak perlu malu saat membahas vagina, karena bagian sensitif ini sering kali distigmatisasi oleh sebagian orang.

Dan sayangnya tanpa sadar, stigma tersebut membuat para wanita terlambat mendapat bantuan ketika mereka membutuhkannya. Selain itu di tempat lainnya belum pernah ada museum khusus yang secara fisik membahas tentang vagina.

"Ada galeri seni ini (vagina) di Tasmania, dan ada museum berbasis virtual di Austria, di Islandia ada museum penis. Tapi tidak ada museum (vagina) fisik yang bisa saya kunjungi, dan saya pikir itu tidak benar-benar adil," katanya.

Lantas, apa saja yang bisa kamu temukan saat mengunjungi Vagina Museum? Di Vagina Museum, kamu bisa menemukan pameran yang berisi ragam karya seni tentang vagina, mulai dari lukisan, rajutan, patung dari kayu dan porselen, serta sulaman berbentuk vulva.

Kamu juga bisa belajar tentang sejarah dan budaya terkait vagina dalam museum ini. Mulai dari ilmu genital seperti anatomi vagina, menstruasi, menopause, kontrasepsi, identitas gender, ritual keagamaan seputar menstruasi, female genital mutilation (FGM), kekerasan seksual, dan kekerasan dalam rumah tangga.

Vagina Museum juga menyediakan workshop bagi para pengunjungnya untuk merajut dan menyulam serta acara-acara seru lainnya seperti teater, pertunjukan tari, konser, kelas olahraga, pemutaran film, sharing, kencan kilat, pelatihan P3K, hingga membaca puisi. Menarik, kan?

Museum yang digagas Florence Schechter itu juga akan melakukan beragam kampanye kesadaran dan membuat rekomendasi kebijakan untuk melindungi dan memajukan HAM. Serta mendukung upaya mendekriminalisasi aborsi dalam hukum pemerintah Inggris.

 

Sumber:  Kumparan