Menu

Jet Tempur Saudi Cs Gempur Ibu Kota Yaman, Belasan Warga Tewas dan Puluhan Terluka

Satria Utama 8 Apr 2019, 14:06
Jet Tempur Saudi Cs Gempur Ibu Kota Yaman
Jet Tempur Saudi Cs Gempur Ibu Kota Yaman

RIAU24.COM -  SANAA - Pesawat-pesawat jet tempur Koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi membombardir Ibu Kota Yaman, Sanaa, Minggu (7/4/2019). Serangan tersebut menghantam pemukiman warga dan sekolah.

Juru bicara Kementerian Kesehatan yang dikontrol pemberontak, Youssef al-Hadrii, mengatakan 11 warga sipil, termasuk anak-anak tewas, sementara lebih dari 39 orang terluka akibat pemboman udara tersebut.

Laporan lain dari The Associated Press yang mengutip sumber-sumber medis setempat, mengatakan jumlah korban tewas mencapai 13 orang, termasuk tujuh anak. Lebih dari 100 orang lainnya terluka.

"Semua orang histeris, ada yang menangis dan berteriak panik," kata kepala sekolah Al Raei, Fatehiya Kahlani. "Situasinya mengerikan karena populasi sekolah 2.100 jiwa."

Menurut Fatehiya, mereka tiba-tiba mendengar jet tempur saat sedang berada di sekolah. Saat mendengar serangan pertama, guru dan siswa tetap berusaha tenang. Lalu datang serangan kedua dan kemudian yang ketiga, yang merupakan yang terkuat dari semuanya.

"Bangunan itu rusak dan kami terluka oleh pecahan kaca. Ketika serangan udara keempat datang, kami panik dan berlari pulang," kata Ali Ahmed, seorang siswa yang terluka seperti dilansir sindonews.

Namun, Koalisi Arab yang memerangi pemberontak Houthi mengatakan jet-jet tempurnya hanya menyerang sebuah kamp militer di pinggiran Sanaa di Sawan. Koalisi tidak memberikan rincian jumlah korban.

Kantor berita yang dikelola pemerintah di Aden yang pro-pemerintah Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi mengatakan sebuah gudang yang digunakan oleh Houthi untuk menyimpan senjata menjadi sasaran. Pemerintah Presiden Hadi adalah kubu yang didukung Koalisi Arab.

Konflik terbaru di Yaman dimulai dengan pengambilalihan Sanaa oleh pemberontak Houthi tahun 2014. Pemberontak itu hendak menggulingkan pemerintah Hadi.

Sejak invasi di Yaman tahun 2015, jet-jet tempur Koalisi Arab dilaporkan menghantam sekolah, rumah sakit, dan pesta pernikahan. Data berbagai laporan menyatakan ribuan orang tewas dalam konflik di negara tersebut. Sedangkan pemberontak Houthi terus melawan dengan menembakkan rudal jarak jauh ke Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapal di Laut Merah.

Pertempuran di negara termiskin di dunia Arab itu juga menyebabkan jutaan orang menderita kekurangan makanan dan medis. Kondisi itu mendorong Yaman menjadi negara di ambang kelaparan.***

 

R24/bara