Menu

Banting Tulang Cari Nafkah, Wanita Ini Malah Dipukuli Suaminya Sampai Keguguran

Satria Utama 13 May 2019, 12:55
Luka yang dialami wanita korban KDRT
Luka yang dialami wanita korban KDRT

RIAU24.COM -  Posisi wanita yang lemah membuat kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terus saja terjadi. Seperti yang dialami seorang ibu rumah tangga di Thailand. Wanita yang berumur 36 tahun ini, mengunggah postingan sebuah gambar di Facebook yang memperlihatkan luka di sekujur tubuhnya.

Sehari-hari, wanita ini bekerja di sebuah panti pijat. Ia mengenal sang suami juga di panti pijat tempatnya bekerja. Sang suami yang berusia 10 tahun lebih muda dari si wanita, tidak memiliki pekerjaan, sehingga hanya mengharap uang dari sang istri.

Ironisnya, selain selain meminta uang kepada istrinya, laki-laki yang tidak disebutkan namanya ini juga tega menganiaya wanita yang dinikahinya, selama kurun waktu yang cukup lama.

Meski sering memberikan uang kepada suami, wanita tersebut juga berusaha menyimpan uang untuk modal usaha suaminya. Namun karena malas dan tidak mau kerja sungguh-sungguh, usaha itu pun bangkrut. Sejak itu sang Istri enggan memberikan uang.

Hal ini ternyata memicu sang suami untuk bertindak lebih nekat dan kasar. Suatu hari sang suami mengamuk dan memukulinya. Setelah dipukuli, sang wanita merasakan sakit perut dan mengalami keguguran Geram dengan tindakan suami, wanita 36 tahun ini memotret keadaannya sebagai bukti dan berobat ke rumah sakit.

Dilansir laman World of Buzz, Polisi setempat yang melihat postingan kekerasan di Facebook mengakui belum menerima pengaduan dari masyarakat. Wanita ini memiliki 2 orang anak, satu dari suami nya terdahulu, dan satu dari suaminya saat ini.

Tak hanya satu kali, laporan kasus KDRT di Thailand melonjak pada tahun 2019. Melansir laman Bangkokpost.com, sejak 1 Januari, telah ada 28 laporan kematian terkait kekerasan dalam rumah tangga.

Dari 28 kasus kekerasan, mengakibatkan 33 kematian, hal ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2018 yang memakan korban 10 orang.

Alkohol memiliki peran yang besar sebagai pemantik terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Dari 28 kasus terkait kekerasan, permasalahan yang dipicu oleh alkohol sebanyak 41 persen, seperti yang Grid.ID kutip dari laman Bangkokpost.com.***

 

R24/bara