Menu

Pengolahan Air Gambut Kundur Diproyeksikan Jadi AMDK

Ahmad Yuliar 20 May 2019, 16:28
Bupati,  Drs H Irwan MSi bersama Sutrisno melihat kapasitas air bersih dalam tanki di Desa Kundur,  Kecamatan Tebingtinggi Barat belum lama ini/ADV
Bupati, Drs H Irwan MSi bersama Sutrisno melihat kapasitas air bersih dalam tanki di Desa Kundur, Kecamatan Tebingtinggi Barat belum lama ini/ADV

Bagian pemasaran, Doni mengatakan bahwa respon masyarakat untuk air minum tersebut semakin meningkat. Bahkan, tidak hanya bagi masyarakat desa, namun mulai diminati seluruh masyarakat di Kabupaten Meranti.

Untuk harga jual,masih kategori murah dan terjangkau. Untuk masyarakat Desa Kundur hanya dijual, Rp 4,000 dan Rp 5,000 untuk permintaan di luar Desa Kundur.

Pengelolaan air gambut ini digagas pertama kali oleh Sutrisno yang saat itu menjabat sebagai kepala Desa Kundur. Walaupun tidak menjabat lagi, namun ia masih ikut membantu agar Air Salwa bisa berkembang.

Secara singkat air gambut yang diambil dari kanal Desa Kundur dimasukkan kedalam bak yang telah disediakan. Pada bak itu, air dicampur dengan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan diaduk. Proses ini disebut Flock (warna air gambut).

Air yang dicampur PAC dan diaduk itu akan berwarna coklat. Setelah melalui proses pemecahan, air ini dialirkan ke bak penampungan. Jika diendapkan akan terlihat air jernih di bagian atasnya.

Air dari endapan akan masuk ke Water Treatment. Selanjutnya melewati proses Reverse Osmosis (RO). Hasil akhir air gambut akan menjadi bersih dan bening. Melewati ultraviolet siap untuk diminum dengan pH sekitar 4 sampai 5.

Halaman: 123Lihat Semua