Menu

Heboh Pernyataan Mantan Panglima GAM Minta Aceh Referendum Seperti Timor Timur

Riki Ariyanto 29 May 2019, 15:10
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf alias Mualem (foto/int)
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf alias Mualem (foto/int)

RIAU24.COM - Rabu 29 Mei 2019, Pernyataan Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf alias Mualem atas rencana referendum atau jajak pendapat untuk Aceh membuat heboh. Mualem berpendapat Aceh sebaiknya meminta referendum seperti Timor Timur untuk lepas dari Republik Indonesia.

Dilansir dari Suara.com, Pernyataan Ketua Umum Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) itu disampaikan pada peringatan Kesembilan Tahun (3 Juni 2010-3 Juni 2019), wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Muhammad Hasan Ditiro dan buka bersama di salah satu Gedung Amel Banda Aceh, Senin (27 Mei 2019) malam.

“Alhamudlillah, kita melihat saat ini, negara kita di Indonesia tak jelas soal keadilan dan demokrasi. Indonesia diambang kehancuran dari sisi apa saja. Itu sebabnya, maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,” kata Muzakir Manaf.

Mualem beralasan sudah melakukan instropeksi diri terhadap berbagai kelemahan dan kemajuan yang perlu diperbaiki pada masa datang. Atas dasar itulah baginya, Aceh harus membuka jalan sendiri di masa depan, menjadi negara yang berdaulat sendiri.

“Karena, sesuai dengan Indonesia, tercatat ada bahasa, rakyat dan daerah (wilayah). Karena itu dengan kerendahan hati, dan supaya tercium juga ke Jakarta. Hasrat rakyat dan Bangsa Aceh untuk berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Muzakir Manaf dihadapan kader PA dan mantan kombatan GAM yang hadir.

“Kita tahu bahwa Indonesia, beberapa saat lagi akan dijajah oleh asing, itu yang kita khawatirkan. Karena itu, Aceh lebih baik mengikuti Timor Timur, kenapa Aceh tidak,” ujar Mualem.

Turut hadir pada kesempatan itu, Plt. Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Rektor Unsyiah Banda Aceh, Ketua Pengadilan Tinggi, serta para Bupati dan Walikota dari Partai Aceh, anggota DPRA Partai Aceh serta partai nasional.

Mualem menambahkan bahwa pengamat luar negeri seperti Jepang, Australia, Malaysia dan negara eropa lainnya, Indonesia tidak bisa diselamatkan lagi. "Daripada kita dijajah orang lain, lebih baik kita (Aceh) berdiri di atas kaki sendiri. Mudah-mudahan, ini adalah satu usaha dan pemikiran bangsa Aceh saat ini. Mudah-mudahan dengan niat kita semua, lebih baik kita mengikuti Timor-Timur, Insya Allah,” kata Mualem tegas.

“Kita tidak dapat bayangkan lagi, persoalan bangsa Indonesia, semakin hari semakin menumpuk. Indonesia terjerat pada berbagai persoalan. Ini seperti nasib beberapa negara di Afrika. Ini perlu kita camkan, kita berharap Indonesia ini dipimpin oleh sosok yang baik. Mudah-mudahan aman dan damai semuanya,” lanjut Mualem. (Sumber: Suara)