Menu

Pengamat: Bencana Kabut Asap Jadi Pertaruhan Kredibilitas Pemerintahan Jokowi

Riko 15 Sep 2019, 21:00
Jokowi saat meninjau kebakaran hutan Dan lahan
Jokowi saat meninjau kebakaran hutan Dan lahan

RIAU24.COM -  Terjadinya bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disinyalir karena kejahatan sistematis yang dilakukan oleh korporasi. Hal itu menunjukkan kelalaian sekaligus ketidakcakapan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam melindungi kepentingan publik.

Demikian yang disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Indonesia Ade Reza Hariyadi melansir dari Kantor Berita Politik RMOL Minggu 15 September 2019.

"Bencana kabut asap akan menjadi pertaruhan kredibilitas pemerintahan Jokowi," ujar Ade. 

Dikatakan Ade, Jokowi seharusnya sudah memahami akar masalah dari bencana Karhutla yang fenomenanya selalu berulang tiap tahun. Pemerintah harusnya mampu mengidentifikasi penyebab utama terjadinya karhutla yang merugikan banyak pihak.

"Lalu menyiapkan skenario antisipasi dan penanganannya secara komprehensif," terang Ade.

Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan yang menyatakan pemerintahan Jokowi melakukan perbuatan melawan hukum dalam kasus gugatan publik tentang kebakaran hutan.

Selama ini Ade menangkap masih ada kesan sikap permisif atau serba membolehkan terhadap korporasi dengan dalih kepentingan investasi dan ekonomi. Maka Kepercayaan publik akan pulih jika pemerintahan Jokowi melaksanakan putusan MA tersebut dengan konsisten.