Menu

Bisa Jangkau Daratan AS, Rudal DF-41 Bakal Dipamerkan Saat Parade Militer Hari Nasional China

Satria Utama 28 Sep 2019, 11:11
Rudal DF-41
Rudal DF-41

RIAU24.COM -  Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China bakal memamerkan DF-41, rudal  balistik canggih antarbenua (ICBM) pada parade militer Hari Nasional di Beijing pada 1 Oktober. Rudal disebut-sebut mampu menjangkau dan meluluhlantakkan daratan Amerika Serikat (AS).

Seorang perwira senior militer China mengatakan kepada wartawan untuk menunggu dan menonton apa yang akan terungkap, dan menekankan bahwa media "tidak akan kecewa."

"Semua orang harap menunggu dan melihat, dan saya yakin teman-teman jurnalis kita tidak akan kecewa," kata Mayor Jenderal Tan Min, Wakil Direktur Eksekutif Kantor Komando Gabungan Parade Militer, saat konferensi pers di ibu kota untuk membahas pengaturan parade militer besar-besaran yang akan datang.

Meski tidak secara eksplisit mengkonfirmasi debut DF-41, namun media China meyakini kejutan yang dimaksud Tan adalah rudal balistik canggih tersebut.

Mayor Jenderal Cai Zhijun, Wakil Direktur Kantor Kelompok Utama Parade Militer mengatakan bahwa parade ini akan menampilkan 59 phalanx, sekitar 15.000 personel, sekitar 160 pesawat serta 580 senjata dan peralatan tempur lainnya. 

Cai yang juga menjabat Wakil Direktur Jenderal Biro Operasi Departemen Staf Gabungan mengatakan parade militer akan memakan waktu sekitar 80 menit, dan akan menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Mayor Jenderal Tan Min mengatakan, semua senjata yang dijadwalkan untuk ditampilkan dalam parade militer diproduksi di dalam negeri dan dalam layanan aktif, termasuk yang akan melakukan debut pada 1 Oktober.

Ditanya apakah parade militer China menjadi "pertunjukan otot melawan AS", juru bicara Departemen Pertahanan Kolonel Wu Qian membantahnya dan menganggap klaim semacama itu sebagai logika yang aneh.

Jika China menunjukkan senjata, kata Wu, sering dituduh bahwa China melakukan pertunjukan otot. Jika tidak melakukannya, militer China dikritik karena kurangnya transparansi.

"China tidak perlu dan tidak punya niat untuk menunjukkan otot melalui parade," imbuh Wu, seperti dikutip Sputniknews, Sabtu (28/9/2019). ***