Menu

AS Restui Pemukiman Israel, Mahathir Muhammad Sebut Sama Saja Beri Izin Untuk Bunuhi Anak Palestina

Satria Utama 20 Nov 2019, 09:23
Mahathir Muhammad
Mahathir Muhammad

RIAU24.COM -  Sikap Amerika Serikat yang menyatakan pemukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina sesuai dengan hukum internasional membuat Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad angkat bicara. Ia menilai sikap AS itu sama saja dengan merestui Israel terus membunuhi anak-anak Palestina.

Mahathir juga menyatakan klaim yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, adalah bentuk penghinaan terhadap hukum internasional dan sejumlah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Hal ini sama saja tidak aman bagi kita, ketika ada sebuah negara yang ingin masuk ke negara kita dan membangun wilayah pemukiman yang dianggap sah. Kita tidak bisa berbuat apa-apa," kata Mahathir dalam pernyataan pers, seperti dilansir Channel NewsAsia, Rabu (20/11).

Mahathir juga khawatir klaim sepihak AS soal status wilayah pemukiman Yahudi itu akan membuat angkatan bersenjata Israel semakin nekat untuk menyerang Palestina. "Kalian (AS) menyatakan wilayah pemukiman Israel kini sah saat mereka sedang menyerang Jalur Gaza. Apakah hal itu bukannya sama saja menyemangati mereka untuk terus membunuh anak-anak dan warga sipil tanpa dihukum?," kata Mahathir.

"Alih-alih dihukum, mereka malah akan diberi hadiah berupa wilayah pemukiman di tanah yang mereka ambil setelah membunuh para penduduk sebelumnya," lanjutnya seperti dilansir CNN Indonesia.

Pernyataan Pompeo membuat posisi AS dan sejumlah negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menjadi berseberangan. Namun, hal itu dipuji oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sementara Pemerintah Palestina dengan tegas menolak klaim AS soal status wilayah pemukiman Israel di Tepi Barat.

Meski demikian, Pompeo menyatakan belum menyatakan wilayah pemukiman warga Israel di wilayah pendudukan sah secara hukum. Menurut dia hal itu lebih tepat diputuskan melalui proses hukum di lembaga yudikatif di Israel.***