Menu

Tak Disangka, Ternyata Sudah Sebanyak Ini Dokter yang telah Jadi Korban Corona di Indonesia

Siswandi 23 Mar 2020, 09:28
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Virus Corona memang tak pandang bulu dalam menebar ancaman. Di Indonesia, beberapa tenaga medis juga telah menjadi korban keganasannya. Padahal, mereka adalah para dokter yang berjuang di garda terdepan dalam perang melawan virus itu. 

Kondisi itu diungkapkan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Dalam rilisnya  dari akun Twitter @PBIDI, yang diunggah Minggu (22/3/2020) kemarin, ada enam dokter yang telah meninggal akibat virus Corona. Seluruhnya adalah para dokter yang tengah menangani pasien yang terjangkit virus Corona. 

Namun untuk tenaga medis lain seperti perawat dan yang lainnya di rumah sakit, sejauh ini belum didapat informasinya. 

Dilansir detik, berikut enam dokter yang meninggal dunia akibat virus Corona tersebut. 

1. dr Hadio Ali SpS, IDI Cabang Jakarta Selatan
2. dr Djoko Judodjoko, SpB, IDI Cabang Kota Bogor

3. dr Laurentius P, SpKJ, IDI Cabang Jakarta Timur
4. dr Adi Mirsaputra SpTHT, IDI Cabang Kota Bekasi
5. dr Ucok Martin SpP, IDI Cabang Medan
6. dr Toni Daniel Silitonga, IDI Cabang Bandung Barat

Di balik informasi itu, detik juga merangkum beberapa kisah di balik para dokter Indonesia yang meninggal dalam pandemi COVID-19.

Salah satunya adalah dr Djoko Judodjoko, yang bertugas di Rumah Sakit Bogor Medical Center (BMC), Jawa Barat. Ia diduga ikut terjangkit, karena memang menangani pasien virus Corona.

Adik ipar Djoko, Pandu Riono, membenarkan kabar meninggalnya Djoko. Pandu mengatakan Djoko merupakan pasien suspect Corona. Djoko meninggal pada Sabtu (21/3) pukul 11.15 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.

"dr Djoko sudah... sudah dimakamkan kemarin sore di (TPU) Karet Bivak. Meninggalnya siang, dikuburkan sore," terangnya.

Sedangkan dr Toni Daniel Silitonga, diketahui dokter dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang juga bagian dari Satgas Penanggulangan Covid-19 KBB. Ia meninggal pada Kamis (19/3/2020) pagi di rumahnya, di Komplek Nusa Hijau, Kota Cimahi.

Menurut Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, dr Toni adalah Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes KBB.

"Iya betul almarhum atas nama dr. Toni, ASN KBB yang juga bagian Satgas Penanggulangan Covid-19, tapi tidak langsung bersentuhan dengan pasien. Tugasnya hanya melakukan pemantauan dan edukasi pada masyarakat," terangnya. 

Tak hanya itu, selebriti Raditya Dika mengungkap cerita salah seorang dokter yang meninggal terkait pandemi COVID-19. Dokter tersebut adalah rekan seangkatan semasa SMA dan tengah bertugas saat diduga tertular virus corona dari pasiennya. Namanya adalah dokter Hadio Ali. 

"Jam 4 pagi tadi salah satu teman seangkatan saya di SMU 70 dulu telah meninggal dunia karena COVID 19. Umurnya masih 34 tahun, orangnya baik dan pintar. Kebetulan teman saya adalah seorang dokter dan terpapar saat bertugas," tulis Raditya. ***