Menu

Kebijakan Menhub Buka Kembali Transportasi Massal Buat Walikota Pekanbaru Was-Was, Begini katanya

Ryan Edi Saputra 8 May 2020, 10:31
Waikota Pekanbaru, Firdaus
Waikota Pekanbaru, Firdaus

RIAU24.COM -  PEKANBARU - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka kembali transportasi massal, baik udara, darat, maupun laut di tengah pandemi virus corona. Hal ini membuat khawatir pemerintah daerah, terutama Pemko Pekanbaru, yang masih berkutat dalam penuntasan kasus virus corona.

"Dibukanya kembali sarana tranportasi udara, darat, dan laut oleh pemerintah pusat sempat menjadi kerisauan kami. Tadinya kami senang, angkutan umum massal ditutup," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Kamis (6/5/2020) kemarin.

Karena, penularan virus corona yang dibawa dari luar tidak terjadi lagi. Dengan dibukanya kembali bandara dan sarana transportasi lainnya menjadi kekhawatiran.

Ternyata dari penjelasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), penerbangan dibuka untuk kargo. Sedangkan angkutan penumpang diutamakan pada kedinasan. 

"Jadi tidak untuk umum," imbuhnya.

Meski begitu, penumpang harus membawa surat keterangan sehat. Penunpang juga harus ada urusan dan tujuan yang jelas. 

"Jadi ada standar yang dibuat. Jika berjalan lancar, maka kekhawatiran tadi bisa semakin kecil. Yang jelas, mudik tetap tidak dibenarkan," sebut Firdaus.

Sebelum bandara dibuka kembali oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebanyak 5 orang masuk ke Pekanbaru. Kelimanya datang dari Jawa Barat. 

"Mereka baru pulang pelatihan. Lima orang lainnya negatif," ungkap Firdaus.

Tiga pekan lalu, 4 orang santri baru pulang dari Magetan, Jawa Timur. Empat orang santri pulang ke kampung halamannya di Indragiri Hilir (Inhil). Keempatnya positif corona, salah satunya dari Bengkalis. 

"Artinya, penambahan positif corona ini bukan warga Pekanbaru. Sedangkan 5 orang positif corona di Pekanbaru ada riwayat perjalanan dari Jawa Barat. 5 orang lainnya negatif," sebut Firdaus.