Menu

Gila, Data Rahasia Rudal Nuklir Antarbenua Milik Amerika Bobol di Tangan Hacker

Siswandi 5 Jun 2020, 15:23
Rudal nuklir Antarbenua milik Amerika Serikat. Foto: int
Rudal nuklir Antarbenua milik Amerika Serikat. Foto: int

RIAU24.COM -  Kabar menghebohkan datang dari Amerika Serikat. Hal itu setelah hacker dikabarkan sukses membobol data

rahasia senjata nuklir milik negara itu. Data yang dimaksud adalah program rudal balistik antar benua nuklir pembunuh massa milik Amerika, Minuteman III.

Data rahasia itu dibobol hacker dari kontraktor pertahanan terkemuka di Negara Paman Sam,  Westech International.

Dilansir viva yang mengutip  skynews, Jumat 5 Juni 2020, hacker sukses membobol data rahasia itu, setelah terlebih dahulu meretasnya dari seorang kontraktor di Westech International.

Usai membobol data, para hacker kabur dengan memakai rim informasi sensitif.

Dengan bobolnya data rahasia itu, peretas dilaporkan memperoleh kendali atas komputer perusahaan, mengenkripsi mereka, dan membocorkan beberapa dokumen online untuk memaksa perusahaan membayar tebusan.

Data yang dikompromikan termasuk beberapa email serta informasi penggajian.

Untuk diketahui, Westech merupakan kontraktor yang terlibat dalam program rudal balistik antar benua nuklir pembunuh massa milik Amerika, Minuteman III.

Perusahaan ini juga memiliki kerjasama dengan semua kesatuan militer Amerika, mulai dari evaluasi berkelanjutan untuk sistem pertahanan rudal balistik di Colorado, hingga peran sebagai sub-kontraktor untuk Northrup Grumman.

Westech International adalah kontraktor pertahanan berbasis Albuquerque yang melakukan berbagai pekerjaan berdasarkan kontrak dengan Departemen Energi AS (DOE), dan Departemen Pertahanan (DoD). Perusahaan beroperasi dari lima belas lokasi di sebelas negara bagian A.S dan juga menyediakan layanan kepada sejumlah agen Federal dan perusahaan komersial.

Perihal bobolnya data itu tak ditampik pihak perusahaan.

"Kami baru-baru ini mengalami insiden ransomware, yang mempengaruhi beberapa sistem kami dan mengenkripsi beberapa file kami. Setelah mengetahui masalah ini, kami segera memulai penyelidikan dan memuat sistem kami," lontar juru bicara Westech.

"Kami juga telah bekerja erat dengan perusahaan forensik komputer independen untuk menganalisis sistem kami untuk kompromi apa pun dan untuk menentukan apakah ada informasi pribadi yang berisiko," ujarnya lagi. ***