Menu

Kota Beirut Luluh Lantak Akibat Ledakan, Pemimpin Dunia Turut Berduka

Satria Utama 5 Aug 2020, 08:08
Asap orange membumbung tinggi akibat ledakan di kota Beirut
Asap orange membumbung tinggi akibat ledakan di kota Beirut

RIAU24.COM -  Ledakan dahsyat yang meluluhkantakkan ibukota Lebanon, Beirut, pada Selasa (4/8) telah mengagetkan semua orang termasuk para pemimpin dunia. Bagaimana tidak, ledakan yang sangat besar itu telah melukai ribuan warga dan menyebabkan puluhan orang tewas untuk sementara ini.

Beberapa kepala negara telah mengirimkan ucapan belasungkawa para korban dari dua ledakan mematikan itu dan berjanji akan segera mengirimkan bantuan ke Lebanon, sebuah negara yang sudah terhuyung-huyung dari efek krisis yang tumpang tindih sebelum bencana melanda ibu kotanya.

Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan dalam tweet-nya bahwa Prancis akan selalu berdiri bersama Lebanon dan siap untuk mengirimkan bantuan ke negara itu.

"Perancis berdiri dan akan selalu berdiri di sisi Libanon dan rakyatnya. Negara kami siap memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diungkapkan oleh pemerintah Lebanon," tulisnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/8).

Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan negaranya siap untuk memberikan dukungan yang dapat membantu.

"Gambar dan video dari Beirut malam ini mengejutkan. Semua pikiran dan doa saya bersama orang-orang yang terperangkap dalam insiden mengerikan ini," tulis Johnson.

"Inggris siap memberikan dukungan dengan cara apa pun yang kami bisa, termasuk kepada warga negara Inggris yang terkena dampak."

Sementara itu Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bantuan dan sumber daya Perancis sedang dikirim ke Libanon.

Di Amerika Serikat, Departemen Luar Negeri dengan cermat mengikuti laporan tentang ledakan di Beirut dan siap menawarkan 'semua bantuan yang mungkin dibutuhkan Lebanon', kata seorang juru bicara badan tersebut.

Israel juga tak ketinggalan menawarkan bantuan kemanusiaan ke Libanon, yang masih secara teknis berperang. 

"Menyusul ledakan di Beirut, Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi, atas nama Negara Israel, telah menawarkan kepada pemerintah Libanon -melalui perantara internasional- bantuan medis dan kemanusiaan, serta bantuan darurat segera," kata pernyataan bersama dari kedua kementerian tersebut.

Sementara itu Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan dukungan Teheran untuk rakyat 'ulet' dari Lebanon. "Pikiran dan doa kami bersama rakyat Lebanon yang hebat dan tangguh. Seperti biasa, Iran siap sepenuhnya untuk memberikan bantuan dengan cara apa pun yang diperlukan," twit Zarif.

Negara-negara di Teluk juga mengalirkan ucapan belasungkawa kepada para korban, Qatar mengatakan akan mengirim rumah sakit lapangan untuk mendukung respon medis Lebanon.****