Menu

Fahri Hamzah Sebut Ini Dosa Terbesar Buzzer Bagi Demokrasi di Indonesia

Siswandi 1 Sep 2020, 12:29
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

RIAU24.COM -  Sejak beberapa waktu belakangan ini, fenomena buzzer di media sosial ini terus ramai jadi bahan perbincangan. Khususnya terkait dengan perkembangan politik di Tanah Air.

Fenomena ini juga mendapat sorotan dari mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Bahkan Fahri secara terang-terangan mengatakan, buzzer memiliki dosa terbesar, yakni membuat sebagian rakyat berkelahi dengan Presiden.

"Dosa terbesar para buzzer adalah membuat sebagian rakyat berantem sama presiden..tapi dosa terbesar presiden adalah membuat rakyat berantem sesama rakyat. Presiden negara mana maksudnya ini," kata Fahri disertai emoji tertawa dalam lini masa akun Twitternya, @Fahrihamzah, Selasa 1 September 2020.

Dilansir tempo, meski buzzer tengah mendapat sorotan, Fahri menegaskan dirinya tidak setuju jika fenomena buzzer dianggap sebagai gangguan. Sebab, demokrasi merupakan sistem yang bising.

Fahri punya gambaran tersendiri tentang demokrasi. Ia menggambarkandemokrasi ibarat cahaya yang dikejar banyak laron. 

"Tapi saya tak setuju fenomena buzzer dianggap gangguan. Demokrasi itu memang sistem bising, penuh laron karena bottom line-nya adalah freedom. Orang-orang mengejar cahaya yang kini tersebar pada banyak lampu penerang jalan. Jadi saya lebih memilih menyalahkan respons pemerintah," ujarnya lagi. 

Cuitan Fahri ditanggapi beragam oleh para penghuni jagad Twitter. Ada yang setuju dengan argumentasi, banyak pula yang mengkritiknya. ***