Dipimpin Menteri Siti Nurbaya, SKK Migas – EMP Malacca Strait SA Resmikan Program Penanaman Rehabilitasi DAS di Taman Nasional Tesso Nilo

Selasa, 08 September 2020 | 11:37 WIB
GM EMP Malacca Strait SA, Kelik Rudi Suharya, menerima plakat dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong, pada kegiatan pencanangan “Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” di Jakarta. Fot GM EMP Malacca Strait SA, Kelik Rudi Suharya, menerima plakat dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong, pada kegiatan pencanangan “Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” di Jakarta. Fot

RIAU24.COM -  PEKANBARU- SKK Migas – EMP Malacca Strait SA bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan Program Penanaman Rehabilitasi DAS di Taman Nasional Tesso Nilo. 

Pencanangan kegiatan yang bertajuk “Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” ini dilakukan secara fisik dan virtual, Senin (7/9/2020) kemarin. 

Kegiatan dipimpin langsung Menteri LHK Siti Nurbaya dan dihadiri oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu dan General Manager EMP Malacca Strait SA, Kelik Rudi Suharya.

Baca Juga: Jumat Sore, Hotspot di Riau Terdeteksi 5 Titik

Dalam sambutannya, Menteri LHK Siti Nurbaya menegaskan bahwa kewajiban rehabilitasi DAS bagi pemegang IPPKH menjadi sangat penting karena perbaikan lingkungan harus dilakukan oleh semua unsur secara bersama-sama. 

Apalagi di masa pandemi Covid-19, selain bermanfaat bagi lingkungan, rehabilitasi DAS juga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat berupa upah harian pada saat pengerjaan kegiatan. Hal ini juga sekaligus menjadi salah satu bentuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang memerlukan lapangan pekerjaan.

“Seluruh kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah, khususnya melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sepenuhnya adalah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat dengan tetap mengedepankan pada perlindungan dan perbaikan lingkungan,” kata Menteri Siti Nurbaya, dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa 8 September 2020.

Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu menyatakan bahwa industri hulu migas selalu berusaha dan menaati peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia untuk menjaga lingkungan hidup, terutama di sekitar wilayah operasi hulu migas. 

“Hingga saat ini terdapat 19 lokasi DAS yang sedang kami rehabilitasi dengan total luasan ± 6.034,18 hektare yang dilakukan oleh 12 KKKS,” katanya.

Baca Juga: Mau Transaksi di Pekanbaru, BKSDA Bersama Polda Riau Tangkap Penjual Kulit Harimau Sumatera

Untuk diketahui, SKK Migas - EMP MSSA adalah pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 538,04 hektare dan mempunyai salah satu kewajiban untuk melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS. 

Lokasi rehabilitasi DAS tersebut adalah di Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan luas 592 hektare.
 
Kegiatan tersebut dimulai sejak Oktober 2019, dengan memberdayakan 3 kontraktor daerah setempat dan melibatkan 9 Kelompok Tani Hutan Konservasi, yang telah memenuhi standar pengadaan barang dan jasa industri hulu migas. 

Selama empat tahun kontrak rehabilitasi DAS, kegiatan penanaman akan dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman sebelum dilakukan serah terima di tahun 2022. Adapun jenis tanaman meliputi pulai, tembesu, jengkol, petai, durian, matoa, dan cempedak. 

Menurut General Manager EMP Malacca Strait SA, Kelik Rudi Suharya, saat ini penanaman rehabilitasi DAS yang dikerjakan sudah selesai 100 persen. 

“Kendati saat ini secara nasional kita masih menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap perekonomian nasional, tapi EMP Malacca Strait SA tetap berkomitmen menjalankan program yang sudah disepakati dengan pemerintah yang merupakan bagian dari concern EMP terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya. 

Selain itu, dengan kegiatan penanaman ini secara otomatis akan membuka lapangan pekerjaan baru khususnya bagi masyarakat tempatan, yang tentunya akan berujung dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat sekitar. *** 

PenulisR24/wan


Loading...
Loading...