Pria Ini Nekat Produksi Film Asusila di Makam Keramat, Begini Nasib Yang Dialaminya

Selasa, 15 September 2020 | 14:54 WIB
Hutan keramat Osun Hutan keramat Osun

RIAU24.COM -  NIGERIA - Kelakuan pria bernama Tobiloba Jolaosho ini memang sudah sangat keterlaluan. Bukan saja nekat masuk ke area hutan suci/keramat tanpa izin, ia malah melakukan pengambilan adegan gambar untuk film asusila di lokasi tersebut.

Bagi masyarakat setempat, hutan keramat Osun Osogbo di Nigeria barat itu merupakan rumah bagi Osun, dewi kesuburan Yoruba. Mengutip BBC, hutan keramat Osun Osogbo adalah Situs Warisan Dunia nonbenda yang ditetapkan oleh UNESCO pada 2003.

Baca Juga: Pria Asal Surat Ini Menampung 42 Keluarga Yang Tidak Bisa Membayar Sewa Karena Krisis Keuangan

Polisi mengatakan, pria pembuat film tak senonoh itu diancam hukuman negara dan adat.

Dalam keterangan polisi, pria yang berjuluk King Tblak HOC, ditangkap pada akhir pekan kemarin karena aktivitas yang menodai kesucian hutan Osun Osogbo.

Dalam cuplikan video yang dibagikan Jolaosho ke media sosial, ia terlihat mengenakan jubah putih yang identik dengan penganut Dewa Osun saat melakukan perekaman adegan tak senonoh.

Tidak diketahui secara jelas kapan dan bagaimana dia mendapatkan akses memasuki hutan sakral itu. Faktanya, hutan keramat itu memang memiliki banyak pintu masuk dari berbagai arah.

Baca Juga: Dari Putra Petani Stroberi Hingga Menjadi Perdana Menteri Jepang, Inilah Perjalanan Karir Yoshihide Suga

Selanjutnya, Jolaosho akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan atas dakwaan perilaku yang dapat melanggar kedamaian publik.

Kasus itu juga memancing amarah warga. Seorang pengikut aliran Dewi Osun, Yemi Elebuibon mengatakan Jolaosho telah menodai kesucian hutan yang merupakan rumah bagi para peziarah dari penjuru Nigeria untuk berdoa pada dewi kesuburan.

"Para jemaah tradisional yang bertanggung jawab atas hutan akan memutuskan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepadanya, setelah polisi menyelesaikan penyelidikan," kata Yemi.

Sampai berita ini diturunkan, pelaku dan kuasa hukumnya belum mengeluarkan pernyataan resmi.***

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...