FPI Terjunkan Tim Khusus Untuk Buru Penyebar Hoaks Rizieq Meninggal Tertabrak Unta

Kamis, 24 September 2020 | 19:04 WIB
Habib Rizieq Shihab (net) Habib Rizieq Shihab (net)

RIAU24.COM -  Front Pembela Islam (FPI) menerjunkan tim khusus untuk memburu penyebar kabar hoaks yang menyebutkan imam besar mereka, Rizieq Shihab, meninggal dunia karena tertabrak unta di Arab Saudi.

Baca Juga: HRS Center Sebut Habib Rizieq akan Pulang pada Bulan Maulid

"Tim khusus sedang mencari orang pura-pura gila itu, yang kerjanya tiap hari cuma menghina para ulama di medsos. Lihat saja, akan diuber ke manapun," kata Sekretaris Umum FPI Munarman mengutip dari CNNIndonesia. Kamis 24 September 2020.

Munarman mengatakan hal ini dilakukan lantaran pihaknya tak terima akan fitnah tersebut yang dianggapnya sebagai penghinaan terhadap sang imam di media sosial.

Dia berujar tindakan memfitnah dan menyerang ulama telah menjadi aktivitas terorganisasi. Maka dari itu FPI akan menindak tegas segala perbuatan yang mengancam keberadaan ulama.

"Akan kami hadapi secara tegas," tuturnya.

Munarman juga menyebut pelaku penyebar hoaks sebagai orang gila. Menurutnya, sedang ada tren orang menyerang ulama dan berpura-pura gila.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa Rizieq dan keluarganya dalam keadaan sehat. Rizieq menjalani sejumlah kegiatan di Saudi.

"Alhamdulillah beliau sehat wal afiah. Semoga bisa segera bergabung kembali ke Tanah Air yang sangat beliau cintai ini," tutur Munarman.

Baca Juga: Kecam Hinggal Lakukan Boikot, PA 212 Akan Geruduk Kedubes Prancis di Jakarta

Kabar Rizieq tewas tertabrak unta beredar di media sosial, salah satunya berasal dari tangkapan layar sebuah berita berjudul "HRS Dilaporkan Tewas Tertabrak Unta pada Acara Balapan di Arab Saudi". Cuplikan berita itu dibagikan akun Facebook Yoga Howedes.

Situs turnbackhoax.id menayangkan hasil penelusuran informasi dari kabar itu. Situs tersebut mengategorikannya sebagai konten menyesatkan karena tidak ditemukan berita serupa di laman The New York Times.

 

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...