Menu

Demo Tolak Omnibus Law di Jakarta, Saat Massa PA 212 Bubar, Tiba-tiba Muncul Massa Lain dan Langsung Lempar Batu dan Botol

Siswandi 13 Oct 2020, 16:46
Insiden aksi lempar batu terjadi setelah massa PA 212 membubarkan diri. Foto: int
Insiden aksi lempar batu terjadi setelah massa PA 212 membubarkan diri. Foto: int

RIAU24.COM -  Aksi unjuk rasa yang digelar massa dari PA 212 dkk terkait UU Omnibus Law UU Cipta Kerja, Selasa 13 Oktober 2020 sore ini, diwarnai dengan insiden yang tidak mengenakkan. 

Saat massa dari PA 212 mulai membubarkan diri dengan tertib, tiba-tiba muncul massa dari kelompok lain. Tak sekedar nongol, massa ini juga terpantau langsung melakukan aksi lempar batu hingga botol kepada petugas Kepolisian. 

Dilansir detik, massa PA 212 tampak mulai membubarkan diri dari Patung Kuda, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.40 WIB. Mobil komando juga sudah meninggalkan lokasi lebih dahulu.

Orator PA 212 dkk pun terdengar mengimbau massa demonstrasi untuk membubarkan diri. Setelah menerima instruksi itu, massa dari PA 212 dkk pun mulai meninggalkan lokasi satu per satu.

Namun tiba-tiba, sekitar pukul 15.45 WIB, massa berbeda berdatangan dan langsung memulai keributan. Terlihat massa yang didominasi anak-anak remaja ini mulai melempari polisi yang menjaga barikade.

Namun petugas Kepolisian yang hanya menggunakan tameng, tampak tidak terpengaruh dan balik memberikan perlawanan. 

Namun diamnya petugas Kepolisian, tampaknya ditanggapi lain oleh kelompok ini. Massa yang terdiri dari para remaja yang mengenakan pakaian bebas ini, terus saja melakukan aksi pelemparan, sehingga situasi di lokasi aksi jadi semakin panas. 

Laskar FPI di lokasi pun sempat melerai massa dan meminta mereka membubarkan diri. Namun ajakan tersebut diabaikan oleh massa remaja tersebut.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto meminta massa yang memulai kericuhan itu untuk segera membubarkan diri. Dia meminta massa pulang dengan tertib.

"Kami sudah mengawal unjuk rasa saudara. Sekarang silakan bubar dengan tertib. Kami anggota berjanji tidak bergerak. Jangan anarkis, aksi ini sudah selesai," ingatnya. 

Heru juga meminta massa lainnya tidak terprovokasi. Dia sekali lagi meminta massa pulang.

"Jangan terprovokasi. Kami anggota berjanji tidak bergerak. Jangan anarkis, aksi ini sudah selesai, aksi berjalan dengan damai. Silakan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib," imbaunya lagi. ***