Indonesia Tembus Dalam Daftar 10 Negara dengan Utang Terbesar di Dunia, Pemerintah Jawab Begini

Rabu, 14 Oktober 2020 | 21:35 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Bank Dunia telah merilis data statistik tentang Utang Luar Negeri (ULN) masing-masing negara anggotanya dalam International Debt Statistics. Hasilnya, Indonesia ternyata sudah tembus dalam daftar 10 negara dengan ULN terbesar dunia.

Dalam data itu tercantum,  China berada pada posisi palingbatas dengan total utang luar negerinya mencapai  US$ 2,1 triliun. Diikuti Brasil US$ 569,39 miliar, India US$ 560,03 miliar dan Rusia US$ 490,72 milar.

Selanjutnya ada Meksiko US$ 469,72 miliar dan Turki sebesar US$ 440,78 miliar. 

Baca Juga: Turun Tipis, Harga Emas Hari ini di Jual Rp 1.011.000/Gram

Indonesia berada pada posisi ketujuh dengan nilai utang US$ 402,08 miliar, disusul Argentina US$ 279,30 miliar, Afrika Selatan US$ 188,10 miliar dan Thailand US$ 180,23 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari, mengatakan pemerintah sangat berhati-hati dalam mengelola ULN. . 

Sehingga menurutnya, utang pemerintah, tanpa BUMN dan swasta dianggap relatif rendah.

Dikatakan, ULN tidak hanya terdiri dari ULN pemerintah. Namun termasuk data ULN Bank Indonesia, BUMN, dan swasta.

"Posisi ULN Pemerintah Pusat hingga Desember 2019 sebesar US$ 199,88 miliar atau hanya 49 persen dari total ULN Indonesia," terangnya melalui siaran pers, Rabu, 14 Oktober 2020.

Dilansir viva, Rahayu menambahkan, utang pemerintah hanya 29,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Desember 2019.  Angka ini juga jauh di bawah Thailand 41,2 persen dan Argentina 86 persen.

Baca Juga: Terapkan Prokes 3M, Studio Foto di Pekanbaru Mulai Eksis Kembali

Meski begitu, Rahayu mengakui, bilamana disandingkan dengan negara-negara kategori kecil dan menengah, seperti yang dilakukan Bank Dunia, terlihat bahwa posisi Indonesia masuk dalam 10 negara dengan ULN terbesar.

Namun ia juga menekankan, 
struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 88,8 persen dari total ULN. Pengelolaannya pun dilakukan dengan hati-hati dan terukur. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...