Singgung Jokowi, Rocky Gerung Sebut Begini Cara Presiden Menghina Demokrasi

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 11:51 WIB
Pengamat Politik, Rocky Gerung Pengamat Politik, Rocky Gerung

RIAU24.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung menilai peristiwa pemborgolan Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), dalam jumpa pers penetapan tersangka pelanggaran UU ITE, disebutnya sebagai cara Presiden Joko Widodo menghina demokrasi.

"Ini saya anggap (sebagai) cara Presiden Jokowi menghina demokrasi, adalah dengan memamerkan borgol itu," kata Rocky dilansir dari Rmol.id, Sabtu, 17 September 2020.

Baca Juga: Bintang Emon: Mending Gua Ngomongin, Anak Lu Dipaksain Banget Masuk Politik

Dikatakannya, Borgol plastik yang mengikat tangan tiga orang Inisiator KAMI, yaitu Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat, seharusnya tidak sekedar dipahami sebagai penegakkan hukum positif dalam konstitusi. Tapi value dari humanity.

"Kebebasan untuk berbicara, kebebasan mengemukakan pendapat. Itu bukan sekedar hukum positif dalam konstitusi, tapi value dari humanity, dari human dignity, dari kemartabatan manusia itu," ujar Rocky.

Dia juga menyayangkan sikap Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, yang terkesan melakukan pembiaran atas pemborgolan Inisiator KAMI.

Baca Juga: Pernah Hidup Miskin, Marshel Sebut Ada Fenomena Orang Rela Bayar Jutaan Rupiah Biar Jadi Penonton Bayaran

"Begitu diborgol martabatnya hilang. Padahal dia (Inisiator KAMI) bukan kriminal, mencuri uang negara. Dia mengungkapkan sesuatu sebagai kritik moral terhadap akumulasi kekuasaan," ucap Rocky.

"Masa tata bahasa semacam ini Profesor Dr. Mahfud MD enggak paham. Untung ada yang paham, yaitu Profesor Dr Jimly Asshiddiqie, yang datang dari instiusi yang sama, yaitu Mahkamah Konstitusi," demikian Rocky Gerung

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...