Perkawinan Menurun dan Tingkat Perceraian Meningkat Di 2019 Saat Kaum Muda Malaysia Terlalu Sibuk Bekerja

Selasa, 01 Desember 2020 | 16:31 WIB
Perkawinan Menurun dan Tingkat Perceraian Meningkat Di 2019 Saat Kaum Muda Malaysia Terlalu Sibuk Bekerja Perkawinan Menurun dan Tingkat Perceraian Meningkat Di 2019 Saat Kaum Muda Malaysia Terlalu Sibuk Bekerja

RIAU24.COM -  Berdasarkan laporan Statistik Perkawinan dan Perceraian, Malaysia, 2020, jumlah perkawinan pada 2019 turun 1,2 persen menjadi 203.821 dibandingkan 206.352 pada 2018.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa jumlah perceraian meningkat 12 persen menjadi 56.975 tahun lalu dari 50.862 pada 2018.

Bernama melaporkan bahwa Kepala Statistik Datuk Seri Dr Mohd Uzir Mahidin mengomentari statistik tersebut dan mengatakan bahwa sejalan dengan penurunan jumlah perkawinan, angka perkawinan umum untuk calon pengantin pria menurun dari 50,7 menjadi 50,1 per seribu populasi pria lajang berusia 18 tahun dan atas.

Demikian pula, untuk pengantin wanita, diamati penurunan dari 47,0 menjadi 46,2 per seribu populasi wanita yang belum menikah berusia 16 tahun ke atas.

Baca Juga: Setahun Setelah Penguncian, Para Pembangkang di Wuhan Semakin Terisolasi


Bagaimana perceraian meningkat?

Angka perceraian umum untuk laki-laki meningkat menjadi 7,2 per seribu penduduk dari 6,5 laki-laki kawin umur 18 tahun ke atas sedangkan pada perempuan kawin umur 16 tahun ke atas, angka perceraian meningkat dari 7,0 menjadi 7,7 per seribu penduduk.

Sementara median usia calon pengantin pria tetap pada 28 tahun, median usia pengantin wanita meningkat dari 26 tahun pada 2018 menjadi 27 tahun pada 2019. Orang Malaysia yang menikah lebih lambat mungkin disebabkan oleh peningkatan tingkat urbanisasi di Malaysia dari 70,9 persen pada 2010 menjadi 76,2 persen pada 2019.

“Skenario saat ini menunjukkan bahwa kecenderungan pernikahan terlambat terjadi pada mereka yang berpendidikan dan bekerja untuk memperkuat stabilitas ekonomi individu, terutama mereka yang tinggal di perkotaan.”

Urbanisasi mengacu pada bagian populasi perkotaan dalam total populasi suatu negara. Menurut Statista, Malaysia saat ini merupakan salah satu negara paling urban di Asia Timur dan juga salah satu kawasan urbanisasi tercepat di dunia.

Mohd Uzir menambahkan bahwa pengantin pria dan pengantin tertua tercatat berusia 93 dan 86 tahun tahun lalu. Kira-kira, 0,3 persen pengantin laki-laki berusia 65 tahun ke atas telah menikahi pengantin yang lebih muda pada kelompok usia 24 tahun ke bawah, sementara 0,2 persen pengantin laki-laki berusia 65 tahun ke atas telah menikah dengan pengantin laki-laki yang lebih muda berusia 24 tahun ke bawah.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...