Korsel Ragu Korea Utara Bebas Dari Covid-19, Kalau Bohong Negeri yang Dipimpin Kim Jong-un Terancam Hancur

Sabtu, 05 Desember 2020 | 23:50 WIB
Korsel Ragu Korea Utara Bebas Dari Covid-19, Kalau Bohong Negeri yang Dipimpin Kim Jong-un Terancam Hancur (foto/int) Korsel Ragu Korea Utara Bebas Dari Covid-19, Kalau Bohong Negeri yang Dipimpin Kim Jong-un Terancam Hancur (foto/int)

RIAU24.COM -  Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un terancam hancur. Hal itu dapat terjadi jika pihak Kim Jong-un berbohong soal tidak adanya kasus Covid-19 di negara Semenanjung Korea tersebut.

Dilansir dari Okezone, Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Kang Kyung Wha ragu Korea Utara (Korut) tidak memiliki satu pun kasus pasien positif virus corona. Dalam pidatonya di konferensi keamanan tahunan IIMS di Manama, Bahrain, Kang menyebut Korea Utara (Korut) tidak responsif dengan tawaran bantuan dari Korsel.

Baca Juga: Gawat, Jualan Produk Kesehatan, Salesman Ini Malah Jadi Superspreader Covid-19, Picu Terjadinya 102 Kasus



"Mereka masih mengatakan tidak memiliki satu pun kasus yang sulit dipercaya. Semua tanda menunjukkan, rezim itu fokus dalam mengendalikan pengendalian penyakit yang mereka bilang tidak ada. Jadi ini merupakan kondisi yang agak aneh," sebut Kang, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (5/12/2020).

Pada laporan terbaru kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea Utara (Korut) tidak memiliki kasus Covid-19, walau menyebutkan ada 8.594 orang dalam kategori suspect.

Baca Juga: Terkuak, Dokter di China Bungkam Tentang Asal Virus Corona yang Sebenarnya

Sementara Kantor berita Korut KCNA minggu ini melaporkan negara telah memberlakukan tindakan darurat tingkat tinggi. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Badan Intelijen Nasional Korsel sebur wabah Covid-19 di Korut dapat dikesampingkan sebab negara yang dipimpin Kim Jong-un itu menjalin kerja sama perdagangan bahkan pertukaran orang dengan China.

Sementara China khususnya Wuhan adalah tempat mulanya pandemi Covid-19 atau virus corona. Sebelum akhirnya menutup perbatasan pada akhir Januari 2020.

Para analis menduga pandemi virus corona dapat menghancurkan Korea Utara yang telah terisolasi secara ekonomi dan politik akibat sanksi internasional dari program nuklir mereka.

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...