Menu

Iwan Fals Tanggapi Ketakutan Kwik Kian Gie Soal Buzzer; Yang Dikritik Santai, Tapi Teman-temannya Wuihh..

Satria Utama 10 Feb 2021, 09:18
Iwan Fals/foto:net
Iwan Fals/foto:net

RIAU24.COM -  JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Industri di masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, Kwik Kian Gie mengaku takut terhadap para pendengung atau buzzer di media sosial (medsos). Pernyataan Kwik ini direspon banyak pihak, termasuk musikus legendaris Iwan Fals.

Iwan Fals membandingkan situasi sekarang dengan era sebelum adanya internet. "Iya ya zaman dulu belum ada internet, jadi belum ada buzzer, lancar-lancar saja mengkritik, tapi kalau sekarang, yang dikritik mah nyantai-nyantai saja tapi teman-temannya itu lho...wihwihwihwihwiiihhh," cuit Iwan di akun Twitternya, @iwanfals, Selasa 9 Februari 2021.

Dalam cuitan itu, Iwan Fals juga mengunggah tangkapan layar berita SINDOnews.com  berjudul "Kwik Kian Gie Ketakutan, Pemerintah Diminta Tertibkan Buzzer". Cuitan ayahanda Almarhum Galang Rambu Anarki itu pun dikomentari oleh banyak warganet.

"Zaman dulu kritik pemerintah bisa hilang, zaman sekarang kritik pemerintah dibully buzzer. Pilih mana?" cuit seorang warganet, @ansharas.

Lain halnya disampaikan oleh warganet lainnya, @ruslan_bierhoff. "Baik yang pro maupun kontra sama-sama ganas om, yang di tengah-tengah jadi ikutan repot dituduh bela sana bela sini," cuit @ruslan_bierhoff.

Hal senada juga diungkapkan oleh Warganet lainnya, @war_nazz. "Kalau sekarang risiko dikandangin, dulu dikarungin, lebih sereman mana?" cuit @war_nazz seperti dikutip Sindonews.

Sekadar diketahui sebelumnya, Kwik Kian Gie merasa tidak nyaman dengan kata kasar dan kotor yang dikeluarkan para pendengung atau buzzer di media sosial. Perasaan itu yang membuat Kwik Kian Gie takut mengemukakan pendapat yang berbeda saat ini.Baca juga: Kwik Kian Gie Ngaku Takut Kemukakan Pendapat, PDIP: Zaman Sudah Berubah 

Adapun pendapat Kwik Kian Gie mengenai keberadaan buzzer itu diungkapkan melalui akun twitter @kiangiekwik. "Saya belum pernah setakut saat ini mengemukan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil. Zaman Pak Harto saya diberi kolom sangat longgar oleh Kompas. Kritik-kritik tajam. Tidak sekalipun ada masalah,” cuit Kwik.