Menu

Tragis, Guru Sekolah di Indonesia Dipecat Karena Unggah Foto Gajinya yang Hanya 700 Ribu di Facebook

Devi 15 Feb 2021, 13:37
Foto : Suara.com
Foto : Suara.com

RIAU24.COM -  Pemecatan seorang guru di Sulawesi Selatan, Indonesia telah menarik reaksi besar-besaran di negara itu setelah terungkap bahwa dia dipecat hanya karena dia memposting tentang gajinya tanpa niat buruk di media sosial. Parahnya, guru tersebut tidak hanya mengabdi di sekolah selama 16 tahun, tetapi gaji yang diperoleh selama 4 bulan bekerja hanya sebesar Rp700.000.

Seperti dilansir portal berita Indonesia, Detik, guru berusia 34 tahun bernama Hervina telah bertugas di Sekolah Daerah Negeri 169 Desa Sadar sejak 2005, ketika sekolah terpencil tersebut hanya memiliki 3 guru. Kepada media lokal, Hervina mengatakan bahwa postingan di media sosialnya tidak pernah bermaksud untuk mengeluhkan atau meremehkan jumlah gaji yang dia terima dari sekolah. Sebaliknya, itu adalah ungkapan terima kasih yang tulus terhadap sekolah.

Dia menjelaskan, “Saat saya upload foto itu, saya dikasih gaji selama 4 bulan makanya saya tulis 'Terima kasih banyak'. Suami kepala sekolah adalah orang yang menyerahkan gaji kepada saya dan dia juga seorang guru di sekolah seberang tempat kami berbagi fasilitas yang sama. ”

Lebih jauh lagi, karena yang menyerahkannya kepada Hervina adalah suaminya dan bukan kepala sekolahnya sendiri, dia menulis postingan tersebut mengacu pada kepala sekolah karena dia tidak berhasil mengucapkan terima kasih secara pribadi kepadanya. Hervina juga sangat senang menerima bayaran karena dia berutang kepada seseorang sebesar Rp 500.000 dan akhirnya dapat melunasinya.

Namun, setelah postingan ditayangkan, Hervina menerima banyak panggilan dari kepala sekolah yang tidak dia sadari. Saat itulah Hervina menerima pesan WhatsApp marah dari kepala sekolah yang mengatakan,

zxc2


“Cari sekolah lain yang dapat membayarmu lebih banyak. Mulai sekarang jangan masuk kerja dan istirahatlah dari mengajar. "

Hervina merasa sangat kecewa dengan pemecatannya karena dia tidak pernah diberi kesempatan untuk menjelaskan postingannya di media sosial. Terutama mengingat betapa dia telah berkorban untuk sekolah. Ketika kisahnya menjadi viral di Indonesia, para netizen telah memulai petisi untuk membantu Hervina menjadi sekolah yang lebih baik untuk bekerja.

Semoga ada akhir bahagia untuk Hervina karena tidak ada guru yang pantas diperlakukan seperti ini.