Menu

Perang Narkoba Berlanjut, Dua Polisi Filipina Tewas Usai Baku Tembak

Riki Ariyanto 26 Feb 2021, 09:38
Perang Narkoba Berlanjut, Dua Polisi Filipina Tewas Usai Baku Tembak (foto/int)
Perang Narkoba Berlanjut, Dua Polisi Filipina Tewas Usai Baku Tembak (foto/int)

RIAU24.COM - Presiden Filipina Rodrigo Duterte terus memimpin 'perang lawan narkoba'. Kebijakan ekstrem itu sudah berlanjut sejak berkuasa pada 2016.

Dilansir dari Okezone, kelompok hak asasi manusia (HAM), ungkap sudah ribuan orang tewas sejak kebijakan Rodrigo Duterte. Terbaru dua petugas polisi di Filipina tewas dalam baku tembak dengan agen federal lainnya saat penggerebekan narkoba.

Media resmi Kantor Berita Filipina (PNA) ungkap dua petugas dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) itu baku tembak dengan agen dari Badan Penegakan Narkoba Filipina (PDEA) di Quezon City pada Rabu (24/2) malam. Tiga agen PDEA juga terluka dalam konfrontasi tersebut serta dirawat di rumah sakit.

Polisi dari unit operasi khusus Distrik Kepolisian Kota Quezon sudah melakukan operasi pembobolan narkoba di tempat parkir makanan cepat saji. Itu setelah mereka tahu ada transaksi dengan agen PDEA. Baku tembak terjadi tak lama setelah itu.

Fakta sebenarnya dari baku tembak itu masih belum jelas. Pihak berwenang sudah meluncurkan penyelidikan paralel melalui penyelidikan gabungan PNP-PDEA dan penyelidikan oleh Biro Investigasi Nasional Filipina.

"Untuk saat ini, yang jelas ... Layanan Penegakan Hukum Khusus PDEA berada di area dalam operasi legitimasi," sebut juru bicara (Jubir) PDEA Derrick Carreon.

"Kami serahkan pada Badan Penyelidikan Gabungan. Kami akan melihat dokumennya besok. Untuk saat ini, prioritas kami adalah menangani personel kami yang terluka," ujar Derrick Carreon.

Juru bicara (Jubir) PNP Brigadir Jenderal Ildebrandi Usana menyebut ke PNA meski insiden ini serius. Tetapi tidak akan mempengaruhi kelanjutan hubungan operasional dan koordinasi yang sudah lama mereka kencangkan dalam perang lawan narkoba.

"Untuk menentukan kebenaran di balik insiden tersebut, Dewan Penyelidikan gabungan PNP-PDEA akan dibentuk untuk menentukan apa yang terjadi dan siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban," sebut Brigadir Jenderal Ildebrandi Usana.