Menu

Sadis, Gadis Cacat Mental Ini Diperkosa Ramai-Ramai Oleh Pria Israel di Dalam Mobil

Satria Utama 30 Mar 2021, 09:32
Para tersangka pelaku perkosaan gadis cacat mental
Para tersangka pelaku perkosaan gadis cacat mental

RIAU24.COM -  GALILEA -  Seorang gadis remaja cacat mental menjadi korban pemerkosaan secara beramai-ramai oleh lima pria asal Galilea, Israel utara. Kelima pria ini, Senin kemarin, menjalani sidang perdana di pengadilan.

Kasus ini menarik perhatian publik dan media tiga minggu lalu ketika polisi menangkap tiga pria—bagian dari lima tersangka—atas dugaan memerkosa seorang gadis berusia 16 tahun. Para tersangka berusia antara 23 hingga 32 tahun, dan empat dari mereka diduga anggota keluarga yang sama.

Menurut dakwaan di pengadilan, salah satu pria mulai menjalin hubungan dengan korban melalui ruang obrolan video game online.

Dia mengatur untuk bertemu dengannya dan menjemputnya di rumahnya, membawanya ke kebun zaitun terdekat dan bersama dengan tersangka lainnya membius dan memerkosanya di dalam mobil yang ditinggalkan.

Dilansir Sindonews.com, tuntutan diajukan oleh jaksa penutut wilayah Haifa terhadap Rashad Nasser, 28; Ohad Nasser, 29; Maher Badran, 29; Tamr Nasser, 32; dan Mohammed Nasser, 23. Jaksa penuntut, seperti dilansir Ynet, Selasa (30/3/2021), meminta agar kelimanya tetap ditahan sampai proses pidana terhadap mereka berakhir.

Tuduhan pemerkosaan itu terungkap setelah orangtua korban melaporkan putrinya hilang. Polisi mulai mencarinya tetapi diberitahu setelah hanya dua jam bahwa dia telah kembali ke rumah.

Karena usianya yang masih muda, petugas memeriksa keberadaan korban dan selama pemeriksaan menyadari keseriusan kejahatan yang dilakukan terhadapnya. Serangan itu dirinci lebih lanjut oleh remaja tersebut setelah seorang penyelidik dibawa untuk menanyainya.

Korban mengatakan kepada penyelidik bahwa dia telah mulai berkomunikasi dengan salah satu penyerang secara online. Orangtuanya tidak menyadari kejahatan yang dilakukan para tersangka.

Menurut kesaksian korban, salah satu penyerang kembali ke tempat kejadian setelah penyerang tersebut dan teman-temannya meninggalkan daerah itu dan memerkosanya sekali lagi.

Pengacara dari dua tersangka mengatakan mereka belum menerima kesaksian gadis itu dan karena itu tidak dapat mengomentari tuduhan pemerkosaan.***