Inisiator KLB Darmizal Sebut Sosok Ini Telah Menyesatkan SBY, Sudah Seharusnya Dipecat dari Partai

Senin, 12 April 2021 | 11:42 WIB
Darmizal Darmizal

RIAU24.COM -  JAKARTA - Inisiator Kongres Luar Biasa Partai Demokrat (KLB PD) Darmizal mengatakan mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah dijerumuskan orang dekatnya terkait pendaftaran merek PD ke Ditjen Kekayaan Intelektual (KI) Kementerian Hukum dan HAM.

Darmizal menyebut sosok orang dekat yang tak lain adalah Syarief Hasan itu seharusnya sudah dicopot karena mengusulkan langkah yang dinilainya blunder dan memalukan.

Baca Juga: Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

"Orang dekat SBY seperti Syarief Hasan sebagaimana pengakuannya di berbagai media, patut diduga sebagai pihak yang menjerumuskan SBY," kata Darmizal dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir JPNN.com, Senin (12/4).

Pihaknya menyebut berkas pendaftaran PD sebagai merek ke Ditjen KI secara tidak sengaja ditemukan oleh jubir PD versi KLB. Tindakan SBY itu menurut Darmizal kejadian yang unik, bahkan mungkin sebagai yang pertama di Indonesia dan dunia.

Secara politik, langkah itu memalukan sekaligus merugikan pribadi SBY, anaknya dan keluarga Cikeas untuk jangka waktu yang panjang.

Hal itu juga berbanding terbalik dengan sikap SBY pada 2002 saat menjabat Menko Polhukam di era Presiden Megawati. Kala itu, ketua majelis tinggi PD tersebut tegas menyatakan tidak terlibat mendirikan PD.

Baca Juga: Bukan Karena Prestasi, Ini Faktor yang Membuat Elektabilitas Prabowo Masih Tinggi

"Belakangan SBY dan keluarganya justru mempertontonkan (perannya, red). Sikap yang sangat terbalik, yaitu seakan menjadi penguasa tunggal PD sepanjang masa," ujar mantan wasekjen partai berlogo bintang segitiga merah putih itu.

Darmizal juga mengatakan SBY seharusnya peka terhadap orang-orang di sekitarnya yang memberikan masukan.

"Ini tentu sangat memalukan, apalagi terhadap mantan Presiden yang berkuasa sepuluh tahun lamanya. Syarief Hasan seharusnya sudah dicopot atas kejadian tersebut (pendaftaran merek, red)," pungkas Darmizal. ***

PenulisR24/saut


Loading...
Loading...