Menu

Bekerja dengan Shift Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Amerita 19 Apr 2021, 10:15
ilustrasi google
ilustrasi google

RIAU24.COM -  Sebuah penelitian yang dipresentasikan selama kongres ilmiah virtual European Society of Cardiology pada Jumat (16/4) memaparkan bahwa bekerja pada shift malam atau jam-jam yang menyimpang dari jam tubuh alami manusia dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Angka ini sekitar 50% lebih tinggi dari prevalensi penyakit jantung pada populasi umum di Portugal, tempat penelitian dilakukan, berdasarkan perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia.
zxc1
Selain itu, sekitar 40% melaporkan durasi tidur pendek, enam jam atau kurang, pada hari kerja. Kemungkinan diklasifikasikan sebagai risiko tinggi untuk penyakit jantung dan masalah jantung lainnya meningkat sebesar 31% untuk setiap jam yang berkurang.

"Studi kami menemukan bahwa untuk setiap jam jadwal kerja tidak sinkron dengan jam tubuh karyawan, risiko penyakit jantung semakin parah," kata Gamboa Madeira, seorang dokter dan peneliti di University of Lisbon di Portugal.

Sekitar 16% orang yang bekerja secara aktif di Amerika Serikat bekerja dengan jadwal non-siang hari, termasuk 6% yang bekerja di malam hari dan 4% yang bekerja malam hari, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja.
zxc2
Untuk studi ini, Gamboa Madeira menilai kesehatan 301 buruh, yang semuanya bekerja di gudang distribusi sebuah perusahaan ritel di Portugal. Staf bekerja menggunakan shift yakni; 6 pagi - 3 sore, 3 sore - tengah malam dan jam 9 malam - 6 pagi.

Partisipan penelitian menyelesaikan kuesioner tentang pekerjaan, tidur dan kebiasaan kesehatan mereka dan tekanan darah dan kolesterol mereka diukur, kata Gamboa Madeira.

Dua puluh persen dari peserta studi diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi untuk masalah kesehatan jantung, kata Gamboa Madeira.

"Hasil ini menambah bukti yang berkembang bahwa ketidaksejajaran sirkadian dapat menjelaskan, setidaknya sebagian, hubungan yang ditemukan antara kerja shift dan hasil kesehatan yang merugikan," kata Gamboa Madeira.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa staf dengan jadwal kerja yang tidak biasa mungkin memerlukan pemantauan lebih dekat untuk kesehatan jantung," katanya.