Menu

Tak Ada Takutnya, KKB Papua Siapkan Pasukan Surgawi Untuk Hancurkan Pasukan Setan

Satria Utama 6 May 2021, 08:51
Pasukan OPM Papua
Pasukan OPM Papua

RIAU24.COM -  Untuk mengatasi kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang semakin menjadi-jadi, sebanyak 400 prajurit TNI Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda disiagakan untuk dikirim ke Papua. 

Pasukan ini juga dikenal sebagai Pasukan Setan karena memiliki kemampuan tempur di atas rata-rata dan kerap ditempatkan di daerah-daerah rawan konflik.

Asisten Operasi Kodam II Sriwijaya Kolonel Inf. Willy Brodus Yos Rohadi menyebut 400 prajurit TNI dari Pasukan Setan itu dikirim ketika instruksi dari Mabes TNI keluar. "Belum berangkat. Menunggu putusan dari Mabes TNI," kata Willy.

Willy mengatakan penanganan KKB atau OPM yang mengancam masyarakat Jawa di Papua akan dilakukan sesuai perintah. Instruksi akan dikeluarkan Kodam di Papua terhadap para prajurit setan ini.

Menanggapi rencana pengiriman pasukan setan ini, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengaku tak takut sama sekali. Ia pun mempersilakan Pasukan Setan TNI tersebut datang ke Bumi Cenderawasih.

Sebby mengatakan pihaknya telah menyiapkan 'Pasukan Surgawi' untuk menyambut dan melawan Pasukan Setan, di tanah Papua.

"Pasukan Setan Indonesia, silakan datang ke Papua. Pasukan Bala Tentara Surgawi dan Pasukan TPNPB siap layani," kata Sebby seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (6/5).

Menurut Sebby, pihaknya siap memerangi Pasukan Setan TNI. Semua pimpinan dan pejuang Papua merdeka, kata Sebby, telah mendeklarasikan akan bersama-sama melawan Indonesia.

Ia memastikan sekalipun Indonesia mengirim ribuan personel dengan persenjataan lengkap, pihaknya tak akan menyerah. Apapun, kata Sebby, akan dilawan oleh pihaknya.

"Dan kami akan terus melakukan perlawanan hingga Papua harus merdeka penuh. Motto TPNPB adalah satu pucuk senjata lawan seribu pucuk senjata, jadi apapun kondisinya kami tetap berjuang dengan iman kepada Tuhan kami," kata Sebby.***