Menu

Berulah Lagi, Ini Permintaan Maaf Eks Timnas U-19 Indonesia Yudha Febrian Atas Kasus Pelecehan Seksual

Rizka 17 May 2021, 11:20
Mochamad Yudha Febrian [Instagram/@febrian13yudhaa]
Mochamad Yudha Febrian [Instagram/@febrian13yudhaa]

RIAU24.COM -  Mantan pemain Timnas Indonesia U-19, Mochamad Yudha Febrian berulah lagi. Ia kini tersandung kasus asusila, dan mengakui perbuatannya serta telah membuat pernyataan maaf ke publik.

Beberapa waktu lalu, Yudha Febrian sempat viral lantaran kedapatan 'dugem' di sebuah tempat hiburan malam, padahal ia tengah menjalani pemusatan latihan (TC) Timnas.

Tak pelak, nama Yudha Febrian dicoret dari skuat Timnas. Namun, manajemen Barito Putera masih berbaik hati dan mengirimkan Yudha ke pondok pesantren. Ia juga masuk dalam line up Barito di Piala Menpora 2021.

Kali ini, pemain kelahiran tahun 2002 itu viral karena diduga melakukan perbuatan asusila terhadap salah seorang wanita. Kejadian itu diceritakan oleh korban, pemilik akun Twitter @senandikha11 pada Minggu (16/05).

Dalam postingan tersebut, Senandhika pun menceritakan jika awalnya ia hanya bertemu Yudha bersama temannya di sebuah tempat kopi. Kemudian, ia pulang satu mobil dengan Yudha, namun justru ia merasa dilecehkan.

Postingan ini pun ramai, sehingga membuat Yudha Febrian menutup kolom komentar di akun Instagram. Namun, ia turut membuat pernyataan maaf pada korban di Instastory.

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan saya terhadap Senandhika. Masih suasana lebaran, mohon maaf lahir dan batin," ungkap Yudha Febrian.

"Saya mengakui kesalahan saya yang telah memperlakukan Senandhika dengan perlakuan saya yang tidak baik," tambahnya.

Permintaan maaf dari Yudha Febrian ini pun diunggah kembali di akun Twitter Senandhika, ia mengaku permasalahan ini sudah selesai.

Hanya saja, pemain jebolan Garuda Select itu terlanjur jadi bulan-bulanan di media sosial.

Usut punya usut, rupanya Yudha Febrian telah mundur dari skuat Barito Putera sejak 15 April 2021 lalu, usai Piala Menpora 2021. Pernyataan itu ditulis langsung oleh Yudha dan diterima oleh CEO Hasnuryadi Sulaiman.