Terungkap! Bukti Institut Virologi Wuhan Memang Pelihara Kelelawar di Dalam Gedungnya Meskipun Mitra Institut Bersikeras Tak Ada Kelelawar

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:13 WIB
google google
<p>RIAU24.COM - Bukti baru menunjukkan bahwa Institut Virologi Wuhan memang memiliki kelelawar hidup di dalam bangunannya.

Sky News Australia, mengungkap video resmi Chinese Academy of Sciences dari Mei 2017, video itu menunjukkan peluncuran laboratorium biosafety-level-4 baru di Institut Virologi Wuhan.
Baca Juga: Jari Bengkaknya Tak Dacuhkan Dokter, Ternyata Penyakit Inilah yang Menimpa Wanita Viral di TikTok


Yang paling menarik dalam video tersebut adalah penampakan kelelawar yang ditahan di dalam sangkar di Institut, bersama dengan adegan seorang ilmuwan memberi makan kelelawar dengan cacing.

Peter Daszak, presiden EcoHealth Alliance sekaligus mitra lama Institut Virologi Wuhan, bersikeras bahwa tidak ada kelelawar hidup di dalam Institut Wuhan.

“Tidak ada kelelawar yang dikirim ke laboratorium Wuhan untuk analisis genetik virus yang dikumpulkan di lapangan,” tulis Daszak lewat Twitter-nya, namun kemudian tweet itu ia hapus.

Baca Juga: Ajaib! Wanita Ini Hamil Anak Ke 6 Meskipun Sudah Menopause

Institut Virologi Wuhan dilaporkan mengajukan paten untuk kandang kelelawar. Beberapa akun staf WIV membawa setidaknya beberapa kelelawar hidup kembali ke lab untuk studi lebih lanjut.

Dikutip dari National Review, berikut tulis salah satu situs web Akademi Ilmu Pengetahuan China.

“Didirikan pada tahun 1956, Institut Virologi Wuhan adalah lembaga penelitian komprehensif yang berspesialisasi dalam penelitian virologi dasar dan inovasi teknologi terkait. Lembaga saat ini memiliki 3 set fasilitas penghalang dengan skala fasilitas 1.216 meter persegi. Fasilitas ini memiliki 126 kandang untuk kelinci putih Jepang, 340 kandang untuk tikus SD dan Wistar, strain inbrida, kelompok tertutup, strain mutan, dan tikus rekayasa genetika. Ada 3.268 kandang, 12 musang, 12 kelelawar, dan 2 spesies bollworm kapas dan ulat grayak bit, dengan total 52 strain.”

Video WIV yang ditampilkan di Sky News menyatakan bahwa Institut mengumpulkan “lebih dari 15.000 sampel dari kelelawar di China dan banyak negara Afrika, mencari asal-usul SARS, serta mengisolasi dan mengkarakterisasi banyak virus baru.” 

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...